Dua Pekerja Teknis Tiang dan Kabel Perusahaan HSP Net Tewas Tersengat Arus Listrik

  • Bagikan

Lumajang–Kecelakaan kerja telah menimpa tiga orang bagian dari teknis pemasangan tiang dan kabel dari perusahan HSP net, Dua Pekerja Teknis Tiang dan Kabel Perusahaan HSP Net Tewas Tersengat Arus Listriksatu selamat ,dua tewas tersengat arus listrik  di wilayah areal jalan raya jalur Malang – Lumajang, Sabtu, (23/1/2021). Jawa Timur

Kedua korban tewas saat bekerja di dekat jembatan jalan raya, sebelah barat kantor Polsek Pronojiwo polres Lumajang.

Dari ketiga teknisi pemasangan tiang dan kabel tersebut yang tewas yaitu, Juli (37), asal warga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, dan Awasi (40), asal Warga Dusun Pancakarya, Desa Ajung, Kabupaten Jember. Sedangkan yang selamat bernama Imam, warga Desa Penanggal Candipuro Lumajang.

Menurut saksi mata, Lilik, sekitar pukul:16. 30 Wib, saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, bahwa saat itu ketiga pekerja mendirikan tiang, namun setelah tiangnya berdiri menyentuh kabel induk PLN, yang akhirnya ketiga orang tersebut telpental bersama.

“Awalnya tiga orang yang kerja itu bilang, pelan pelan, terus ada suara letusan dan suara Aduuh.. gitu..!! saya lihat orangnya gak ada, saya kira orang nya sembunyi, ternyata saya dekati sudah tersungkur semua,”Paparnya

Sementara, Imam, rekan kerja yang saat itu selamat mengatakan, kedua rekannya tersengat aliran listrik saat mendirikan tiang kabel.

“Kesetrum mas, tapi saya masih ingat, saya langsung lari ke teman saya ternyata sudah tak sadarkan diri,”Ujarnnya.

Sementara Kapolsek Pronojiwo Iptu. Basuki Rachmat, S.H., saat dikonfirmasi menerangkan, terjadinya kecelakaan kerja yang menewaskan kedua korban, karena memang TKP (Tempat Kejadian Perkara) sangat dekat jaraknya dengan kabel induk PLN, sehingga menyebabkan rawannya bersentuhan antara tiang kabel dengan kabel induk PLN.

“Jika dilihat saat olah TKP tadi, posisi lobang tempat mendirikan tiang itu sangat dekat jaraknya dekat dengan kabel induk PLN,”

Selain itu Kapolsek Pronojiwo mengatakan bahwa, kecelakaan terjadi karena kelalaian dari kurangnya pengawasan dalam bekerja.

“Seharusnya dalam pekerjaan seperti itu, untuk pengawasan harus benar-benar di perhatikan, karena apa, kerjanya kan di pinggir jalan.Ucap Kapolsek

Kapolsek juga menyampaikan bahwa kedua korban yang meninggal murni dari kecelakaan kerja, bukan meninggal karena tindak kriminalitas. Disinggung tentang asal-usul perusahaan dari mana dan CV apa, pihaknya mengatakan juga belum tau jelas karena teman korban yang selamat masih shock, saat ditanya ke temannya lagi katanya jawab nya kurang faham, dan mengatakan jika pengawas atau Manager dari perusahaan tersebut masih dalam perjalanan.Pungkasnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×