PPKM Surabaya : Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak

  • Bagikan
Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak
Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak (Ilustrasi Mall surabaya)

Infosurabaya – PPKM surabaya, Geliat roda perekonomian di Kota Surabaya mulai meningkat. Hal ini seiring dengan melandainya kasus Covid-19. Kondisi inipun diikuti sejumlah pelonggaran.

Salah satunya pelonggaran jam operasional usaha yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, saat ini para pedagang yang berjualan mulai pukul 18.00 WIB, diperbolehkan hingga pukul 24.00 WIB. Kebijakan baru ini tercantum dalam Inmendagri No 43 Tahun 2021.

“Saya sampaikan ke teman-teman satpol dan kecamatan, waktunya kita kuatkan lagi (perekonomian).

Teman-teman Satpol, Linmas dan kecamatan jaga di sana (mengawasi). Bukan untuk menutup (pedagang), tapi jaga protokol kesehatan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (22/9/2021). Sesuai dikutip dari bacasaja.id

Menurutnya, saat ini waktunya roda perekonomian di Surabaya bergerak. Untuk memastikan ekonomi di Kota Pahlawan tetap stabil, maka yang bisa menjaga adalah warganya sendiri.

Jangan sampai, adanya pelonggaran ini, masyarakat kemudian abai dan mengakibatkan kasus Covid-19 kembali meningkat.

“Ini waktunya ekonomi bergerak. Kalau ekonomi gerak, yang bisa menjaga warganya sendiri. Jadi masker dipakai, kalau aturan meja makan diisi dua, ya diisi dua. Ini yang kami jaga sambil sosialisasi kepada semuanya baik yang beli atau yang jualan,” ujarnya.

Sebenarnya, Wali Kota Eri sendiri mengaku senang ketika para pedagang di Surabaya ramai pembeli. Sebab, itu artinya geliat perekonomian di Kota Pahlawan berjalan.

Namun, ia berharap, para pedagang itu tetap mengutamakan protokol kesehatan

“Sebetulnya begini, kalaupun ekonomi jalan, mau yang makan itu banyak, senang. Soalnya ekonomi bergerak. Tapi jogoen (jaga) prokes. Jogoen (jaga) jaraknya, ini yang akan kita tekankan,” pesan dia.

Baginya, petugas di lapangan itu fungsinya untuk mengawasi dan mengingatkan protokol kesehatan. Keberadaan mereka, bukan bertujuan untuk mengobrak atau menutup para pedagang.

Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak

Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak
Ada Pedagang Ramai Pembeli jangan Diobrak (Ilustrasi Mall surabaya)

Karenanya, Wali Kota Eri juga berpesan agar dapat mengedepankan sikap persuasif ketika menemui pelanggaran prokes.

“Maka saya sampaikan, jangan pernah (mengingatkan) pakai marah dan emosi. Karena bagaimana pun, itu wargaku.

Warga Kota Surabaya yang butuh makan dan ekonominya gerak. Saya kembalikan ke warga. Tolong dijogo (dijaga) dengan pakai masker,” jelasnya.

Wali Kota Eri mengaku saat berkeliling di sekitaran kawasan danau Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menjumpai para pedagang kaki lima (PKL) yang kondisinya ramai pembeli.

Ia pun berpesan kepada para petugas di lapangan agar jangan diobrak, tapi diawasi dan diingatkan prokes.

“Saya bilang ke teman-teman biarkan, ekonominya gerak, biar jalan. Tapi dijaga (prokes). Misal jualan di sini, itu yang dijaga. Bukan berarti ditutup. Tidak,” ujarnya.

Wali Kota Eri menyatakan, bahwa pemerintah harus menggunakan pendekatan persuasif ketika menjumpai pelanggaran prokes.

” Jangan sampai, ketika petugas menemui keramaian pedagang, kemudian langsung diobrak dan dilarang berjualan”

“Sudah waktunya ekonomi bangkit. Ojok sampe moro-moro gak oleh dodolan, ditutup kabeh (Jangan sampai tiba-tiba tidak boleh jualan, ditutup semuanya),” pungkasnya.

Ini Peraturan Baru PPKM di Surabaya, Alhamdulillah Ekonomi Bergerak

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan berdasarkan Inmendagri Nomor 43 Tahun 2001 hal itu sudah diperbolehkan. Aturan itu hanya berlaku di empat wilayah, salah satunya Kota Pahlawan.

“Dalam Inmendagri, Surabaya sudah diizinkan untuk anak usia 12 tahun masuk mal,” kata Eri, Selasa (21/9).

Selain itu, para pedagang yang mulai berjualan pukul 18.00 WIB juga sudah diperbolehkan buka hingga pukul 24.00 WIB. Kelonggaran itu demi menggerakkan kembali roda perekonomian.

“Saya sampaikan ke teman-teman Satpol PP dan Camat, ini waktunya kita kuatkan lagi (perekonomian,red). Petugas tetap memantau jalannya prokes, bukan untuk membubarkan,” jelas dia.

Mantan Kepala Bapekko Surabaya itu juga mengingatkan masyarakat tetap patuh prokes dengan ketat. Kelonggaran yang sudah diberikan jangan sampai dibuat hanyut dalam euforia.

“Ini waktunya ekonomi bergerak. Kalau sudah jalan itu juga untuk masyarakat sendiri. Makanya, tolong dijaga,” ucap dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×