Alasan Anak Sebaiknya Bermain Permainan Tradisional Dibanding Gim Digital

Alasan Anak Sebaiknya Bermain Permainan Tradisional Dibanding Gim Digital

Mustofa Sam, penggagas Kampoeng Dolanan mengatakan Indonesia memiliki sekitar 2.600 jenis permainan tradisional. Satu kesamaan dari semua permainan itu adalah dapat melatih anak untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Manfaat ini yang sulit didapatkan dengan bermain gim di gadget.

Anak masa kini tidak memainkan permainan tradisional, bukan karena mereka tidak tertarik. Namun karena orang dewasa atau orang tuanya lebih dulu mengenalkan permainan digital. Buktinya, saat Cak Mus, panggilan Mustofa, roadtrip ke banyak tempat, semua anak senang bermain permainan tradisional dan meninggalkan handphone-nya.

“Mengenalkan anak ke permainan tradisional mulainya dari orang tua. Bukan membuat keputusan gadget-nya disimpan. Anak tidak perlu diingatkan meninggalkan gadget-nya, sudah ingat dengan sendirinya. Karena fokus anak-anak kan terbatas. Kalau sudah senang akan susah menghentikan mereka bermain permainan tradisional,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (17/10/2021).

Terkait banyaknya permainan tradisional yang dijadikan virtual melalui aplikasi, kata Cak Mus, tidak apa-apa asal harus tetap mempertahankan nilai-nilai di permainan tradisional itu sendiri.

Menurut Cak Mus, ada beberapa penempatan dari faktor usia. Kapan main congklak offline kapan main congklak online. Kalau anak-anak harus bermain langsung. Mengutip seorang pakar di bidang teknologi, Cak Mus menyebut anak usia empat tahun baru boleh menggunakan gadget. Bahkan Mark Zuckerberg pun menyuruh anaknya bermain di taman

“Jadi yang sudah punya anak atau keponakan, ajak bermain yang melatih interaksi sosial secara langsung. Dampaknya di masa yang akan datang. Kalau tidak dilatih akan punya dualisme sifat. Ramai di dunia maya, sepi di dunia nyata,” kata Cak Mus.(iss)

Berita Terbaru Terkait “Alasan Anak Sebaiknya Bermain Permainan Tradisional Dibanding Gim Digital” Sudah Tayang Sebelumnya di Suara Surabaya Repost By © infosurabaya 2021