Bangunan Bekas Penjara Kalisosok Tak Lagi Utuh dan Terawat

  • Bagikan
Bangunan Bekas Penjara Kalisosok Tak Lagi Utuh dan Terawat

Surabaya – Bangunan bekas Penjara Kalisosok berusia 200 tahun yang berada di Surabaya saat ini tidak terlihat utuh, akibat temboknya yang dijebol oleh orang tidak bertanggung jawab. Saat didatangi reporter infosurabaya.id, dari depan tampak Penjara Kalisosok tersebut terlihat usang.

Tembok-tembok luar bangunan warnanya memudar dan berlumut. Tumbuhan liar yang sudah meninggi pun terlihat mengelilingi bangunan yang luasnya sekitar 3 hektar lebih itu.

Bagian atas bangunan yang tampak dari luar juga pun terlihat banyak lubang, seperti atap yang sudah tidak ada, kayu-kayu yang terlepas. Ruangan di atas seperti tempat khusus penjaga penjara juga banyak yang rusak. Dari luar bangunan saja sudah terlihat tak terawat. Bahkan jika dilihat dari dekat dan melewatinya seperti tempat yang angker. Tak heran, dulunya Penjara Kalisosok ini memang dikenal sebagai penjara yang ditakuti para narapidana.

Lebih disayangkan, bangunan cagar budaya bertipe A dijeboli oleh tangan-tangan jahil yang mencoba merusak tembok bangunan.
Bangunan cagar budaya tipe A sejatinya tidak boleh ada perubahan maupun pembongkaran. Pasalnya, nilai sejarah bangunan yang tinggi sehingga bangunan harus tampak seperti aslinya.

Karena penemuan perusakan pada eks penjara bawah tanah itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya langsung mendatangi Penjara Kalisosok bersama tim ahli cagar budaya. Mereka melihat secara langsung bagian apa saja yang dirusak oleh tangan tidak bertanggung jawab itu.

Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Surabaya, Herry Purwadi menjelaskan, berdasarkan hasil penelurusan ditemukan kerusakan penjara yang disebabkan oleh tangan jahil. Pasalnya, terdapat bangunan petak-petak yang sedang dalam proses pembangunan di dalam. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk mencari tahu siapa pemilik bangunan itu dan juga peruntukan pembangunan. Hingga kini sedang dalam menyelidikan.

“Kini sedang kami selidiki dan mencari pemilik bangunan dan penggunaan bangunan liar di dalamnya. Karena sejauh ini pemanfaatan cagar budaya Penjara Kalisosok aturannya memang diperbolehkan, yang dilarang adalah merusak. Sejauh ini kami hanya mendapatkan laporan saja, bahwa ada tembok Penjara Kalisosok yang dijebol,” ungkap Herry saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2021).

Dalam penulusuran tersebut pihak Disbudpar melibatkan banyak pihak. Terutama yang memiliki kewenangan di kawasan Kasuari tersebut, seperti pihak Kelurahan sekaligus akan mengundang pemilik bangunan itu.

“Sejauh ini kita masih konfirmasi ke pemiliknya, apakah tembok penjara Kalisosok itu sengaja dirusak untuk mendirikan bangunan, atau memang sudah rusak sebelumnya. Ini yang sedang kita cari tahu,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya akan fokus pada survei, penyelidikan hingga pemanggilan pemilik bangunan liar. Disbudpar juga akan berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya.

“Jadi ada tiga tahap dalam persoalan ini yaitu, survei, penyelidikan, dan pemanggilan pemilik bangunan yang ada di area dalam penjara Kalisosok,” kata Herry.

Sedikit informasi, bangunan kuno ini dulunya dibangun oleh Pemerintah Belanda pada 1 September 1808 dengan biaya sebesar 8000 gulden. Tepatnya pada saat kepimpinan Herman Williem Daendels yang saat itu menjabat gubernur jenderal Hindia Belanda ke-36.

Informasi ” Bangunan Bekas Penjara Kalisosok Tak Lagi Utuh dan Terawat
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/03/17/bangunan-bekas-penjara-kalisosok-tak-lagi-utuh-dan-terawat/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×