Dampak PPKM Darurat, Sekelompok Wanita di Surabaya Cari Sugar Daddy lewat Tinder

  • Bagikan
Dampak PPKM Darurat, Sekelompok Wanita di Surabaya Cari Sugar Daddy lewat Tinder

Info Surabaya – Dampak PPKM Darurat, Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021 merupakan salah satu opsi yang diambil pemerintah untuk menekan lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

PPKM Darurat mewajibkan masyarakat berdiam diri dan mengurangi aktivitasnya sehingga berdampak pada pendapatan.

Hal ini dirasakan oleh semua warga, tak terkeuali bagi para pemburu sugar daddy di Surabaya, dikutip dari ayosurabaya wawancara dengan sejumlah wanita yang namanya disamarkan, mereka mengaku sangat terdampak.

Dampak PPKM Darurat Surabaya

Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat membuat mereka harus menjadi DeadWood alias pengangguran.

Salah satunya adalah pemilik akun Tinder yang memiliki nama samaran June Olive. Ia mengaku terpaksa mencari Sugar Daddy atau Om-Om kaya raya melalui aplikasi tersebut.

Warga kawasan Surabaya Selatan itu mengaku memang berniat melakukan hal itu, meskipun tak ada paksaan dari siapapun. Ia mengaku telah dirumahkan oleh bos tempatnya bekerja di mall lantaran terdampak PPKM Darurat.

“Aku lagi nggak kerja, mall’nya tutup semua. Kerja di Kafe (sebelum dirumahkan),” ujarnya.

Olive mengaku, regulasi PPKM darurat dianggap ‘kejam’. Sebab, ia mengaku sebagai anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga, kini tak dapat bekerja lagi lantaran tempatnya bekerja harus mengikuti kebijakan dari pemerintah. Mau tak mau, ia harus mematuhinya.

“(Regulasi PPKM Darurat) kejem banget emang, makannya cari sugar yang nggak kejem,” tuturnya.

Selama PPKM Darurat, Olive mengaku tak ada pemasukan sama sekali. Selama itu pula, ia dan keluarganya bergantung pada tabungan yang dimiliki, kendati harus menggunakannya secara “ekstra irit”.

“Aku pemasukkan nggak ada, tapi pengeluaran tetep, kan bingung cari pemasukan kemana. Masih tinggal sama ortu (orangtua), tapi aku tulang punggung ortu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan pengguna Tinder lain bernama Eva. Ia mengungkapkan, dirinya juga tengah mencari Sugar Daddy selama PPKM Darurat. Namun, ia mengaku masih belum menemukannya.  “Siapa tau ada (sugar daddy) yang nyantol,” katanya.

Sama halnya dengan Olive, Eva mengatakan tak memiliki pendapatan selama PPKM Darurat.

Meski begitu, Eva mengaku enggan Open Booking Out (BO) yang menurutnya masuk dalam pelanggaran hukum dan norma yang ada.

Maka dari itu, ia memilih mencari sugar daddy untuk memenuhi kebutuhan ekonominya saja.

“Yang penting soal uangnya deal, kan bisa diatur,” ujar dia. Eva dan Olive berharap, penerapan PPKM Darurat tak diperpanjang oleh pemerintah.

Dengan begitu, mereka bisa kembali bekerja seperti sedia kala sembari menerapkan prokes secara ketat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×