Diduga Cv.Kawan Tani Sejati Gresik Merugikan Negara,Pihak Owner Pupuk Ancam Tim LPI Tipikor Jatim

  • Bagikan

 

Gresik-Dugaan pelanggaran Etiket merek yang di lakukan salah satu badan usaha Pupuk CV. Kawan tani sejati Gresik Berujung dilaporkan Oleh Lembaga LPI TIPIKOR . Dengan Lampiran (1) Berkas Nomor : 102/DPP-LPI TIPIKOR RI/I/2021 Perihal Laporan atau Pengaduan kepada Kapolres Gresik dan Kasat Reskrim Polres Gresik Jawa Timur.

Gresik tanggal 04 Januari 2021 Surat DPP LPI TIPIKOR telah dikirim ke Polresta Gresik bertujuan Laporan dan Pengaduan Dewan pimpinan pusat lembaga pengawasan dan investigasi tindak pidana korupsi Republik Indonesia (DPP LPI Tipikor RI) SK. MENKUMHAM NO. A.H.U 00171.60.10.2014 tanggal 07 Juni 2014 Yang menyatakan Alimin bersama Tim Moch Hasan Ketua tim Investigasi (DPP LPI TIPIKOR RI) Jawa Timur ,Maksud dan tujuan melaporkan atau Pengaduan Bertempat diwilayah hukum Polsek Wadeng, Polres Gresik, Jawa Timur,

Moch. Hasan Ketua Tim LPI TIPIKOR (Jatim) menjelaskan kepada Media Infosurabaya ,saat Menjankan pekerjaannya investigasi Pupuk berindikasikan merugikan Negara,”Telah terjadi dugaan pengancaman maupun terror terhadap team Investigasi (DPP LPI TIPIKOR RI) Melalui telfon Selular dengan nomor 0822454XXX Mengaku atas nama (IW) Pada Hari Sabtu tanggal 26/12/2020 ,Jam 16.20 Wib – 20.10 Wib,Paparnya

Kronologinya begini mas, Pada hari jumat tanggal 25/12/2020 jam 12.00 Siang team Investigasi (DPP LPI TIPIKOR RI) mendapat laporan dari masyarakat Wadeng yang tidak mau disebut namanya. “bahwa ada pengusaha pupuk yang diduga melakukan pemalsuan pupuk non subsidi dengan Gambar dan Logo mirip punya P.T PETROKIMIA INDONESIA. Yang dikemas dan juga diduga tidak mengantongi ijin Siup, Ijin Industri, Ijin Lingkungan, Deptan, SNI dan NRP/NPWB.Ujarnya Ketua Tim Hasan

“Dengan adanya laporan masyarakat, team Investigasi Dewan Pimpinan pusat lembaga pengawasan dan Investigasi tindak pidana Korupsi Republik Indonesia (DPP LPI TIPIKOR RI) Mengklarifikasi dan Konfirmasi melalui telpon selular yang bersangkutan.Dan mencoba Menghubungi kedua kali
Yang bersangkutan merespon
Dengan nada keras yang bersangkutan tidak mau menemui team selain Polisi.Pungkasnya

Hari sabtu 26/12/2020 jam 15.30 team investigasi berkunjung kesalah satu Gudang pengelolaan Pupuk di sana team Investigasi bertanya pada pekerja pengolahan pupuk,Gudang Pengolaan pupuk tersebut milik siapa..?

Para pekerja mengaku bahwa gudang milik Rozi, saat itu pemilik gudang tidak ada ditempat, team Investigasi disuruh menunggu oleh pekerja.”Disitu team menemukan kemasan Sak pupuk yang diduga ada pelanggaran penyalagunaan Merk team sempat mengambil dokumentasinya guna Melaporkan hasil kinerja nya ke Pusat LPI TIPIKOR.Tegasnya kepada Media

“Imbuhnya,Berhubung waktu Investigasi sudah menjelang sore, team melanjutkan hari senin 28/12/2020 untuk Investigasi selanjutnya. Dengan perjalanan pulang, Saat itulah team mendapatkan dugaan terror Dan nada ancaman dari Terduga IW.

Kami sudah Melaporkan ke Polres Gresik dengan Menyertai.
1. Surat Laporan / Pengaduan
2. Foto Copy Surat Tugas
3. Foto Copy KTA

Selasa 02-02- 2021 Ketua Tim LPI TIPIKOR JATIM Moch.Hasan menjelaskan kemedia, hari ini mendapatkan laporan dari pihak Polres Gresik bahwa Pelaku Teror Ancam kita sudah hadir dalam panggilan dari Jam 9.30 Pagi ,sampai sekarang masih dalam pemeriksaan.”Saya sangat Apresisasi Kepada Kepolisian Gresik yang telah Menjalankan sesuai (SOP).Tuturnya

“Apa yang diperbuat oleh pelaku kepada kami,semua saya kembalikan ke penegak hukum Polresta Gresik sesuai Udang-Undang yang berlaku sesuai Unsur perbuatannya.

Undang undang ITE terkait Pengancaman , sebagai di atur dalam pasal 29 Jo pasal 45 Ayat (3) Undang Undang No 11 tahun 208 tentang informasi Dan transaksi Elektronik (UU ITE) berbunyi ;

Pasal 29 UU ITE setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dukumen Elektronik yang berisi Ancaman kekerasan atau menakut nakuti yang di tujukan secara pribadi..

Menurut Pasal 45 Ayat (3) UU ITE setiap orang yang memenuhi unsur sebagai mana di maksud dalam Pasal 29 di Pidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/ atau Denda paling banyak Rp 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×