Diduga Galian C Tanpa Papan Izin Provinsi Jawa Timur Dan Kementrian Menjamur Di Wilayah Kediri Kota Dan Kabupaten

  • Bagikan

Infokediri- Beberapa titik lokasi Galian C (LIAR) Tanpa ada Izin yang berada di wilayah hukum Polres Kabupaten dan Polresta Kediri ini .” Seakan sudah saling  berkordinasi untuk menghancurkan dan merusak Lingkungan.”Bukannya menjaga kelesterian alam justru seakan-akan Pihak Owner Penambang melakukan aktivitasnya merusak dengan mengeksplor menggunakan Alat berat Bego dan Eksavator.
Para pengusaha galian C ini , seakan tidak perduli akan akibat yang di timbulkan dari aktivitasnya , yang penting Bagi mereka  bisa memperoleh keuntungan buat Individu dan keluarganya saja.
Padahal , seperti yang kita ketahui , akibat dari aktivitasnya , akibatnya , tanah bisa longsor , Banjir , kadar air dalam tanah berkurang , pengerusakan  Biota , dan ekosistem lingkungan dan banyak lagi.
Seperti galian C yang berada di Dusun Pohgunung Desa Margourip Kecamatan ngancar Owner Penggali Prawito ikut Wilayah Kabupaten Kediri,Ikut wilayah Polres Kabupaten Kediri.
Diwilayah Desa.Bulusari , Kecamatan Tarokan , Kabupaten Kediri wilayah Hukum Polresta Kediri Jawa Timur  , yang di duga milik warga yang bernama Siswanto dan Samsul Hadi , yang Lokasinya tidak jauh dari Pembangunan Bandara Kediri , mereka mengeksplor secara besar – besaran tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan oleh perbuatannya
“Sebenarnya banyak warga yang dekat lokasi penambangan resah Pak , meskipun jalan sudah di baiki oleh Pemerintah ,  tetap saja rusak” ucap salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya kepada , Rabu ( 03/02/2021) Jam 12.30 Siang
” Selain jalan Rusak pak , lalu lalang Dum Truk yang mengangkut material , menyebabkan debu dan kalau kena mata jadi pedih, masih jelas warga
” Sebenarnya pemilik galian C ini sudah meninggal , lalu di gantikan anaknya yang bernama “Samsul Hadi”,  galian ini ramai tiap hari , tapi dengan terbatasnya alat berat yang ada , tidak mampu melayani antrian Dum Truk yang ada ” jelas penjaga keluar masuknya Dum Truk , ke lokasi tambang milik Samsul Hadi
” Galian ini sudah lama , waktu isu – isu ada bangunan tol , galian ini sudah ada , tapi galian sini masih kalah ramai di bandingkan dengan milik Pk Siswanto , asli warga Bulusari , di sana alat beratnya banyak , pk Siswanto ini punya Truk saja 50 unit , tiap hari Truk – Truk itu mengangkut pasir ke PT dan Cv yang memerlukan pasir , pokoknya Truk Tulisan ” Tiara ” itu miliknya ” kata pengatur jalan itu kepada awak media
Jelas sudah , tindakan yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat Kediri Kota dan Kabupaten ini , harus segera di hentikan , apa menunggu Kota Kediri dan daerah Kabupaten Kediri , di tenggelamkan oleh banjir..!!!?, Tentunya itu tidak kita harapkan bersama , oleh karena itu , tindakan dari Instansi terkait dan pihak Penegak Hukum , harus segera menghentikan dan memproses para Pengusaha nakal ini , karena telah melanggar Pasal 158 UU.No.4 Tahun 2009 , tentang Pertambangan Mineral dan Batubara di sebutkan ,” bahwa setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) , Izin Pertambangan Rakyat ( IPR) , atau Izin Usaha Pertambangan Khusus ( IUPK ) , kalau memang pengusaha nakal ini tidak memiliki Izin tersebut di atas maka dapat terancam hukuman “Kurungan Penjara Paling Lama 10 Tahun , dan Denda Paling Banyak 10 Milyar”,
Selain (IUP) dan (IPR) , Para pengusaha juga harus punya Izin Khusus Penjualan dan Pengangkutan ( IKPP) , hal ini sesuai dengan Pasal 161 UU.No.4 Thn 2009
Dengan banyaknya larangan dari Pasal – Pasal dari UU. Yang di sangkakan dan di langgar , Instansi terkait dan penegak hukum harus bertindak tegas dan segera menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat banyak , Bangsa dan Negara , terutama masyarakat yang berada di sekitar penggalian dan sekaligus memproses para pelanggar hukum ini (Red )
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×