Dispendukcapil Surabaya Bantah Tudingan Terkait Penyusutan Data Penduduk

  • Bagikan
Dispendukcapil Surabaya Bantah Tudingan Terkait Penyusutan Data Penduduk

Surabaya – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya membantah tudingan adanya penyusutan, menyoal jumlah penduduk Surabaya dalam pembahasan pemekaran daerah pemilihan pada Pemilu 2024.

“Selama ini, kami memakai data kependudukan bersih (DKB) yang diakui Kemendagri, sedangkan data yang di laman Dispendukcapil itu bukan data baru,” ungkap Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Sonhaji, Jumat (28/5/2021).

Bantahan ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Surabaya, Muh Kholid AS yang menyatakan dalam setahun terakhir ini setidaknya ada sebanyak 218.762 data penduduk Surabaya yang hilang.

Ia juga menuturkan bahwasanya DKB pada umumnya dimunculkan di laman Dispendukcapil Surabaya setiap semester. Sementara untuk data tahun 2021 ini belum muncul di laman, sehingga data yang ada merupakan data lama 2020.

“Dulu sempat jumlah penduduk Surabaya mencapai 3 juta jiwa lebih. Namun, setelah diverifikasi ada banyak data ganda, sehingga dihapus dan jumlah penduduknya turun,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah penduduk Surabaya pada 2021, Agus membeberkan ada sekitar 2.970.730 jiwa berdasarkan data dari DKB semester kedua pada 2020. Begitu juga saat ditanya mengenai ada potensi kenaikan jumlah penduduk Surabaya pada 2021 mencapai 3 juta jiwa lebih, Agus mengatakan jumlah penduduk bisa saja bertambah.

“Kami sekarang buka pelayanan di kelurahan. Nanti dibantu kelompok masyarakat saat memperbarui data penduduk,” pungkas Agus.

Berita “Dispendukcapil Surabaya Bantah Tudingan Terkait Penyusutan Data Penduduk” Sudah Tayang Sebelumnya di infosurabaya.id

Cari Berita Terkait Dispendukcapil Surabaya Bantah Tudingan Terkait Penyusutan Data Penduduk
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×