Dugaan Politik Uang di Bursa Ketua Ansor Surabaya Mencuat

  • Bagikan
Dugaan Politik Uang di Bursa Ketua Ansor Surabaya Mencuat

Surabaya – Tak hanya mengkritisi petahana yang disebutnya tanpa prestasi. Wakil Ketua PC GP Ansor Surabaya periode 2003-2007, Yusub Hidayat bahkan mengaku prihatin dengan suasana jelang pemilihan ketua lewat Konferensi cabang (Konfercab), Minggu (28/2/2021) depan.

“Kami sangat prihatin melihat gejala di bawah ini, sudah jauh dari nilai-nilai ke-Ansor-an, nilai-nilai sebagai organisasi ke-NU-an,” katanya.

“Apalagi adanya laporan dugaan money politic hanya untuk mendapat rekomendasi dari PAC maupun dari ranting. Kalau memang itu ada bukti, DPP maupun NU dalam hal ini PWNU harus menyikapi,” sambungnya.

Yusuf bahkan menandaskan, apa yang disampaikannya soal dugaan politik uang bukan sebatas desas-desus, tapi dirinya memang mendapat banyak laporan dari pengurus PAC.

“Bahwa ini sudah ada nilai nominal dari salah satu calon. Kalau terjadi money politic wajib di-dis (diskualifikasi),  wong kita ini organisasi pengkaderan, bukan partai politik. Risywah (suap) itu dilarang,” katanya.

Seperti diberitakan, jelang Konfercab Ansor Surabaya sempat muncul tiga kandidat. Yakni Faridz Afif (petahana), Muhammad Mundir alias Gus Mundir (ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor) serta Abdul Holil (sekretaris).

Belakangan, Mundir menyatakan tidak maju bukan untuk balik arah mendukung petahana, tapi justru memberikan dukungan ke Holil yang dinilainya lebih layak dan mendapat dukungan lebih besar dari PAC maupun ranting.

“Melihat dukungan di bawah yang mengerucut pada sosok Abdul Holil, saya pun tak bisa mengabaikan aspirasi arus bawah tersebut. Saya lahir batin mendukung sahabat Holil,” katanya.

Informasi ” Dugaan Politik Uang di Bursa Ketua Ansor Surabaya Mencuat
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/02/27/dugaan-politik-uang-di-bursa-ketua-ansor-surabaya-mencuat/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×