Close
Swipe Up to Read Content

Eri Minta Layanan Puspaga di Balai RW Dihidupkan Lagi, Cegah Kekerasan pada Anak

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meminta layanan pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) di setiap balai RW hidup kembali. Usaha bersama masyarakat dengan pemerintah itu untuk memantau dan mencegah kasus kekerasan pada anak hingga di perkampungan.

“Kita menggerakkan Puspaga masing-masing RW untuk menjaga masyarakatnya dengan cara bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah tidak bisa menjaga pribadi semua orang, tapi menyiapkan jika itu terjadi,” ujarnya, Sabtu (26/11/2022).

Dia mengakui, Surabaya memang telah mendapat predikat Kota Layak Anak dari KemenPPPA, tapi bukan berarti nihil kasus kekerasan pada anak.

“Sebagai Kota Layak Anak, pemerintah telah menyiapkan apa yang dilakukan ketika terjadi permasalahan. Tahapannya apa, ketika terjadi kekerasan ada pendampingan puspaga dan lain-lain. Karena di kota mana pun yang Kota Layak Anak pasti ada kejadian kasuistik,” tuturnya.

Bagi anak yang telah menjadi korban kekerasan, selama ini Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan penanganan berupa pemberian pendampingan korban.

Selain itu, Eri juga meminta warga untuk memanfaatkan Balai RW menjadi pusat kegiatan positif bagi anak, misalnya belajar mengaji bersama. Hal ini merupakan salah satu upaya menciptakan dan mempertahankan predikat Kota Layak Anak.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu berinisial W (32) di Surabaya tega menganiaya anak kandungnya AP (6) sejak dua tahun lalu hingga sang anak meninggal dunia pada Minggu (20/11/2022) di RSUD dr Mohammad Soewandhie Surabaya. Kini tersangkaditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama satu rekannya L (18) adik angkat tersangka yang turut menyiksa korban. (lta/iss)

👆🏽PROMO GRATIS👆🏽
👆🏽PROMO GRATIS👆🏽

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *