Errol Jonathan: SS dan UBAYA Satu Frekuensi, Kita Tak Boleh Menyerah pada Keadaan

  • Bagikan
Errol Jonathan: SS dan UBAYA Satu Frekuensi, Kita Tak Boleh Menyerah pada Keadaan

Gerakan Indonesia Bangkit, Inspirasi Masa Depan, yang digagas Suara Surabaya Media dan didukung oleh Universitas Surabaya, telah sampai di puncak kegiatannya. Minggu (21/2/2021), telah dihelat Awarding Indonesia Bangkit penyerahan apresiasi bagi 19 Warrior Terpilih.

Penyerahan piagam dan plakat dilakukan oleh Ir. Benny Lianto, MMBAT Rektor Universitas Surabaya dan Errol Jonathan Direktur Utama Suara Surabaya Media. Bertempat di Pendapa Majapahit, di UBAYA Training Centre Trawas, Mojokerto.

Dalam kesempatan sambutannya, Errol Jonathan menyampaikan;” Terima kasih kepada semua yang terlibat di sini, para warrior, seluruh tim dari UBAYA, juga kawan-kawan saya dari Suara Surabaya Media,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak terasa program ini telah sampai di ujungnya, setelah dimulai sejak 4 bulan lalu. “Mungkin saya sebagai pengamat melihat waktu empat bulan itu bukan sebagai waktu yang panjang. Tetapi bagi para warrior masa empat bulan itu sebagai sebuah proses yang cukup panjang. Dan merupakan proses dari sebagian proses panjang yang sudah Anda terapkan jauh-jauh hari sebelumnya,” urai CEO Suara Surabaya Media ini.

Errol menyampaikan banyak terima kasih kepada UBAYA, yang sungguh-sungguh menjadi mitra yang sangat luar biasa, yang sangat apresiatif, dan menunjang program kebangkitan bersama-sama. “Artinya, UBAYA dan Suara Surabaya berada pada satu frekuensi. Bahwa pandemi adalah fakta dan tidak bisa dihindari. Tetapi yang terpenting sebetulnya, kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan yang sulit ini,” tegasnya.

Program Indonesia bangkit ini, yang sebelumnya didahului dengan program Keluarga Bangkit, setelah bersama-sama dengan UBAYA skopnya dibesarkan. Sehingga pesertanya lebih lebar, datang dari berbagai kota yang turut berpartisipasi. Sebanyak 106 peserta kemudian dipilih 19 yang lolos.

Menurutnya memilih 19 ini juga tidak gampang, karena rata-rata peserta yang lain juga memiliki inovasi dan kreativitas yang luar biasa. “Berarti, Anda ini (Warrior Terpilih) telah menjadi yang terbaik dari yang baik-baik, sehingga Anda menjadi 19 yang terpilih,” terangnya.

Errol sangat berharap kerja sama ini bisa berlanjut, ini disampaikan kepada Benny Lianto Rektor UBAYA. Berharap ke depan bisa mengembangkan program ini untuk proses recovery secara keseluruhan, untuk memotivasi masyarakat bahwa masa depan kita masih cukup cerah sepajang kita tidak menyerah.

“Satu lagi yang ingin saya sampaikan kepada para Warrior, Anda adalah etalase dari program ini. Saya berharap setelah program ini Anda betul-betul berkembang, dan menjadi motivator bari orang lain,” tukasnya.

Bagi Suara Surabaya Media, karya-karya Warrior dan upaya-upayanya adalah bukti konkrit bahwa mereka layak untuk disebut sebagai Warrior (Pejuang). “Biasanya Warrior itu menangan (selalu juara: Bhs. Jawa, red), sehingga Kami harapkan Anda betul-betul sebagai pemenang,” sergah Errol.

Setelah banyak mendapatkan materi dari UBAYA, dan milihat program materi yang diberikan UBAYA, Errol mengaku cemburu. “Materinya sangat penting dan menarik, termasuk untuk posisi saya, untuk mengembangkan Suara Surabaya Media. Saya melihat, Anda sangat-sangat beruntung mendapatkan materi-materi tersebut,” ungkapnya.

Errol berharap, mudah-mudahan ini semua bisa menjadi modal untuk mereka lebih percaya diri, terus melahirkan ide-ide baru. Dan berharap dalam beberapa bulan ke depan, sudah mendengar kabar; Warrior-warriror ini mulai banyak diwawancara oleh berbagai media tentang kesuksesannya.

“Kepada UBAYA, Suara Surabaya Media menyampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Setelah ini kita akan bersiap untuk memasuki babak kedua, episode berikutnya pengembangan Indonesia Bangkit. Sukses untuk kita semua!” Errol mengakhiri sambutannya. (lim)

Informasi Ini Sudah Tayang di : https://www.suarasurabaya.net/indonesia-bangkit/2021/errol-jonathan-ss-dan-ubaya-satu-frekuensi-kita-tak-boleh-menyerah-pada-keadaan/

Cari Berita Terkait Errol Jonathan: SS dan UBAYA Satu Frekuensi, Kita Tak Boleh Menyerah pada Keadaan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×