Hari Pertama Penerapan PSBB di Surabaya

  • Whatsapp

Infosurabaya | Hari Pertama PSBB di Kota Surabaya, Sesaat sebelum pembatasan sosial berskala besar di 3 kota di Jawa Timur berlaku mulai selasa pukul 00:00, sejumlah personel TNI dan Kepolisian menjaga ketat perbatasan kota Surabaya dan Sidoarjo.

Read More

Loading...

Petugas gabungan memeriksa ketat semua kendaraan yang melintas di Jalan Ahmad Yani yang menjadi perbatasan Surabaya dan Sidoarjo.

Mereka diwajibkan memakai masker, serta tidak berboncengan, atau mengangkut penumpang melebihi peraturan PSBB.

Sejumlah warga yang melanggar, dilarang melintas dan diperintahkan berputar arah.

Penerapan PSBB di area Surabaya Raya akan digelar hingga 11 Mei 2020 mendatang.

Sebelumnya, Polda Jatim bersama TNI menggelar tactical floor game atau simulasi pengamanan menggunakan model mainan figur di atas peta raksasa 3 wilayah, yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Dalam pengamanan PSBB ini, akan ditempatkan 4.312 personel TNI Polri dan Satpol PP untuk memberikan sosialisasi sekaligus menegakkan aturan PSBB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai diberlakukan hari ini di kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik pada pagi ini (28/4/2020).

Terdapat 1.300 personel aparat gabungan dikerahkan untuk berjaga di 17 pos pantau.

Hari Pertama PSBB Surabaya, Pemkot Masih Belum Beri Sanksi

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari ini, Selasa, 28 April 2020. Meski telah memiliki beberapa rencana penindakan, untuk sementara waktu mereka masih akan menegur pelanggar PSBB.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Eddy Christijanto mengatakan, PSBB di Surabaya dimulai pada dini hari tadi hingga pukul empat subuh nanti. Selama PSBB, pihaknya akan terus melakukan  operasi.

“Jadi kita sudah mulai melakukan PSBB, mulai pukul 12 malam tadi. Jadi tim-tim dari 31 kecamatan dan pemerintah kota, juga akan terus melakukan kegiatan operasi gabungan terkait dengan PSBB itu,” kata Eddy, ketika dikonfirmasi, Selasa, 28 April 2020.

Pemkot Surabaya dalam hal ini, bakal dibantu oleh pihak kepolisian serta petugas lainnya, yakni untuk mengamankan masyarakat yang melanggar aturan PSBB, yang telah tertuang di Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 16 Tahun 2020.

“Jadi kalau kondisi seperti ini, antara Polrestabes (Surabaya), Polres Tanjung Perak, Dandim dan Pangko itu jadi satu. Karena mereka adalah masuk dalam tim gugus tugas. Artinya kan ya saling mendukung, kita siapkan angkutan juga (untuk angkut warga yang melanggar) nanti,” jelas Eddy.

Eddy mengungkapkan, untuk sementara ini petugas tak langsung menerapkan sanksi bagi mereka yang didapati melanggar aturan. Namun hanya diperingatkan untuk bergegas pulang ke rumah.

“Langsung (diberi sanksi) di tempat. Tapi untuk pertama dan kedua itu masih sifatnya teguran dan edukasi lah buat mereka. Intinya kalau masyarakat disiplin ya cepat selesai,” ucap Eddy.

Ketua BPB dan Linmas tersebut juga berharap kepada warga Surabaya, untuk terus mendengarkan saran pemerintah. Yakni untuk terus menerapkan standard protokol kesehatan ketika berada diluar ruangan.

“Jadi bagi masyarakat, tolong ketentuan-ketentuan di PSBB itu dipenuhi. Filosofinya, PSBB itu stay at home atau tinggal dirumah. Kecuali kalau terpaksa dan perlu baru boleh keluar rumah tapi harus pakai masker, ga boleh kalau gak pakai masker,” tutupnya.

Loading...

Related posts