Close
Swipe Up to Read Content

Hilang dan Tersesat di Kertosono, Seorang Gadis Diantar Pulang ke Surabaya

Kebaikan bisa datang dari dan di mana saja. Seperti yang dialami F, seorang perempuan berusia 17 tahun di Traffic Light Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (6/1/2023).

Warga Lamongan yang diduga menderita depresi ini pergi dari rumah keluarganya di Kota Surabaya tiga hari yang lalu. Sempat dikabarkan terlihat di Kediri, siang ini dia ditemukan seorang kakek di tempat pemberhentian bus antarkota.

Melihat anak perempuan seusia cucunya tersesat, kelaparan, dan tak membawa uang, kakek yang tidak diketahui namanya itu membelikannya makan siang. Rencananya, setelah itu dia akan menitipkan F ke kernet bus tujuan Terminal Purabaya.

Beberapa orang yang berada di warung itu ikut mengetahui kondisi anak tersebut. Satu di antaranya April Rianto, pengakses Suara Surabaya.

“Sama bapak itu mau diantar, dinaikkan bus. Saya lihat kondisinya tidak memungkinkan, saya tahan. Saya tanya-tanya, kok linglung, kadang tertawa sendiri. Wah anak hilang ini. Langsung saya posting ke Facebook e100 dan WhatsApp Suara Surabaya,” kata April kepada suarasurabaya.net, Jumat sore.

Tak sampai hati, April dan Tarno, pengunjung warung yang juga pengemudi taksi online berinisiatif mengantarkan gadis berkerudung itu sampai ke alamatnya di Surabaya.

“Prihatin dan ada rasa kemanusiaan. Melihat dari wajah anak itu, kami punya firasat pasti tidak sampai rumah. Di antara kami kan ada yang punya mobil (taksi online), tidak memikirkan biaya, yang penting anak itu sampai rumah,” ujarnya.

April Rianto (baju putih bersama F (berkerudung) dan keluarga F. Foto: Istimewa

Sementara itu, Gatekeeper Suara Surabaya yang menerima laporan April langsung menghubungi Command Center Kota Surabaya untuk mencari alamat yang disebutkan F.

Menurut April, awalnya F menyebutkan alamat rumah kerabatnya di Jalan Wonosari Jaya. Ketika dicari, ternyata alamat itu tidak ada. Adanya Wonosari Wetan.

Sesampainya di Wonosari Wetan, Kota Surabaya, petugas kelurahan dan kecamatan setempat ternyata sudah menunggu kedatangan April, Tarno, kakek yang tidak diketahui namanya, dan F.

Eka, petugas Kecamatan Semampir menghubungi Suara Surabaya melalui WhatsApp Call, mengabarkan F sudah bertemu orang tuanya.

Keterangan dari keluarganya, kondisi perempuan muda ini depresi. Dia pergi dari rumah kerabatnya di Surabaya sejak tiga hari lalu. Ini adalah kali ketiga F pergi tanpa pamit. (iss)

👆🏽PROMO GRATIS👆🏽
👆🏽PROMO GRATIS👆🏽

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *