Investor Cryptocurrency Harus Waspada

  • Bagikan
Investor Cryptocurrency Harus Waspada

Surabaya – Minat investor akan Cryptocurrency mengalami peningkatan, lantaran dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang mereka pikir mampu mendatangkan keuntungan. Hal ini didasarkan pada data Coin Shares dalam  kuartal I-2021, di mana dana sebesar US$4,5 miliar atau setara Rp 65,25 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) mengalir ke mata uang digital.

Menanggapi hal ini, Dosen Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr., S.E., M.M., CFP., ASPM Wisudanto menyatakan bahwa pembelian Cryptocurrency (mata uang virtual) yang saat ini tengah menjadi masif di kalangan para investor. Cryptocurrency sendiri memiliki beberapa jenis di dalamnya. Salah satu yang paling terkenal dalam mendatangkan keuntungan adalah jenis Bitcoin. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai untuk mengakumulasi mata uang virtual itu.

“Tingkat keuntungan selalu ditonjolkan agar yang sudah masuk dan menjadi bagian trader di crypto tetap memperoleh keuntungan, sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran barang,” ungkap Wisudanto saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).

Wisudanto mengungkapkan, bila keuntungan ditonjolkan, maka semakin banyak yang tertarik membeli instrumen ini, sehingga permintaan akan meningkat. Sederhananya, keuntungan bagi investor pemegang awal akan meningkat. Sedangkan investor yang terakhir masuk akan memperoleh keuntungan yang relatif lebih sedikit seiring dengan berkurangnya peminat.

“Mata uang kripto sendiri ini pada dasarnya memang berbeda dengan mata uang yang biasa kita kenal. Karena, dia berbentuk virtual. Sehingga apabila berbicara tentang investasi, saya sendiri masih meragukan, karena nilainya ada tapi utilitas  dan bentuk fisiknya bisa dikatakan terbatas,” ujarnya.

Pasalnya, Cryptocurrency sendiri memiliki sistem blockchain, yakni sebuah sistem penyimpanan data digital yang berisikan catatan yang terhubung melalui kriptografi. Sistem inilah yang selalu didewa-dewakan oleh para trader Cryptocurrency sebagai sistem yang tidak pernah gagal, tidak bisa ditembus peretas, sehingga dikatakan tak terkalahkan.

“Sistem blockchain ini menurut saya tidak bisa dijadikan jaminan untuk mengabadikan keuntungan. Karena, sistem ini kan buatan manusia sehingga sebagai orang yang beriman saya yakin lambat laun sistem ini juga akan mengalami permasalahan-permasalahan,” kata Wisudanto.

Menurutnya, investasi sendiri harus melalui beberapa syarat. Pertama yakni harus memiliki value. Kedua, bisa dipindah tangankan. Ketiga, mengandung keamanan atau jaminan. Syarat keempat yakni kemudahan untuk di transfer ke keturunan atau ahli waris melalui mekanisme waris”,  beberapa ketentuan tsb tidak dimiliki oleh Cryptocurrency.

“Kalau di Indonesia sendiri beberapa Cryptocurrency telah beredar di pasar bursa berjangka dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Namun tidak dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” paparnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia sendiri belum diketahui adanya Perseroan Terbatas terbuka yang berinvestasi menggunakan Cryptocurrency. Hal itu disebabkan hanya asset investasi yang diatur oleh PSAK bisa diakumulasikan ke dalam neraca perusahaan.

“Sehingga, alangkah baiknya masyarakat berhati-hati dan berpikir secara rasional ketika membeli Cryptocurrency. Karena sesuatu yang virtual merupakan sesuatu yang tidak berwujud, tidak pula memiliki memiliki aset sebagai jaminan keamanan dan utilitasnya terbatas,” pungkas Wisudanto.

Berita “Investor Cryptocurrency Harus Waspada” Sudah Tayang Sebelumnya di infosurabaya.id

Cari Berita Terkait Investor Cryptocurrency Harus Waspada
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×