IT Telkom Surabaya Buat Inovasi Truk Listrik dengan Smart ID

IT Telkom Surabaya Buat Inovasi Truk Listrik dengan Smart ID

InfoSurabaya – Kendala truk muatan di daerah ialah antre mengisi bahan bakar. Tim riset pengembangan kendaraan listrik autonom Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), membuat inovasi truk listrik.

Truk listrik yang dibuat oleh dosen dan mahasiswa ini buah dari kerja sama dengan PLN. Agar memiliki spesifikasi seperti kecepatan 40 km/jam, kapasitas baterai 10 kwH (105 V dan 96 Ah), motor listrik 50 kW, sistem pengisian daya (charging) 2-3 jam, serta dilengkapi ‘smart‘ ID yang berfungsi untuk menyalakan truk listrik.

Inovasi Truk Listrik IT Telkom Surabaya

“Inovasi ini tergolong baru yang dikembangkan mahasiswa dan dosen ITTS. Kami membuat ini karena melihat antrean truk yang mengisi bahan bakar bisa sampai berhari-hari baru mendapatkannya.

Lalu kami berpikir bila nanti bahan bakar tidak ada maka akan sangat kesusahan. Untuk itu kami kembangkan truk listrik sebagai alternatif,” kata Rektor ITTS, Dr Tri Arief Sardjono kepada deticom di halaman kampus, Kamis (23/9/2021).

Tri mengatakan, truk listrik ini juga dilengkapi timbangan digital untuk mengetahui bobot muatan truk.

Maka, tidak perlu khawatir overweight atau kelebihan muatan, karena hasilnya akan ketahuan dan bisa langsung diakses.

Truk listrik ini dibuat dalam waktu 6 bulan. Untuk mengisi daya baterai hingga full hanya memerlukan waktu 2 sampai 3 jam. Karena kapasitas baterai yang masih tergolong kecil.

Saat ditanya mengenai berapa jarak yang bisa ditempuh dengan kapasitas baterai, Tri belum bisa mengungkapkan secara pasti. Sebab kapasitas jarak tempuh dipengaruhi beberapa faktor.

“Faktornya seperti beban muatan dan lainnya. Untuk kapasitas jarak belum diuji kalau full charge bisa menempuh berapa meter. Karena bergantung dari beban dan banyak faktor lainnya,” jelasnya.

Menariknya, truk listrik yang dikembangkan ITTS saat ini menggunakan truk bekas tahun 1990. “Jadi tidak perlu truk baru, truk tidak terpakai bisa dirakit lagi dengan teknologi terbaru. Kita harus optimalkan,” ujarnya.

Josepan Alveius Bayuaji, salah satu mahasiswa yang ikut membuat truk listrik ini mengatakan, tantangan dalam pembuatan truk listrik ini ialah pemasangan baterai.

“Salah satu kendalanya pemasangan baterai, kita harus benar-benar memasangnya dengan tepat,” kata mahasiswa jurusan Teknik Elektro semester 5 ini.

Ia dan timnya juga akan mengembangkan inovasi dengan riset-riset. Sebab, inovasi ini juga sebagai salah satu solusi sulitnya bahan bakar di daerah.

“Untuk truk listrik di daerah pedesaan seperti bahan bakar, listrik lebih mudah didapatkan. Kemudian truk itu masih belum ada yang buat truk listrik. Ke depannya akan riset personal, diteliti dari esensi, beban yang dibawa. Nanti akan dikalkulasi kekuatan, jarak tempuh batrenya akan menyesuaikan,” pungkasnya