Jembatan Joyoboyo Perlu Diujicoba Ulang

  • Bagikan
Jembatan Joyoboyo Perlu Diujicoba Ulang

Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma menyarankan pada Pemkot Surabaya untuk kembali menggelar uji coba kembali fungsional Jembatan Joyoboyo. Pengujian ini lantaran jembatan tersebut harusnya mulai dibuka pada tanggal 27 Desember 2020 lalu. Ia menjelaskan, memang Jembatan Joyoboyo sudah diuji oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), akan tetapi pihaknya menilai masih kurang.

’’Seharusnya diuji dengan truk misalnya truk bertonase 100-200 ton, baru itu namanya the real test,’’ ungkap William saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

William mengungkapkan, uji coba bukan hanya sekadar tes alat lalu dikatakan Jembatan Joyoboyo sudah layak difungsikan. Harusnya Jembatan Joyoboyo dites dengan truk berkekuatan tonase sesuai kekuatan jembatan tersebut.

“Pastinya Jembatan Joyoboyo sudah tertera berapa kekuatannya, namun tetap harus diuji coba kekuatannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya belum tahu alasan Pemkot Surabaya belum juga memfungsikan Jembatan Joyoboyo. Menurutnya, kemungkinan belum dibukanya Jembatan Joyoboyo karena beberapa kali ada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga Pemkot Surabaya masih enggan membuka Jembatan Joyoboyo.

“Jangan sampai baru dibuka nanti ada insiden yang tidak kita inginkan, jadi sebaiknya kembali dites dahulu Jembatan Joyoboyo sebelum digunakan masyarakat,” kata William.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati sebelumnya menjelaskan, untuk pembangunan fisik Jembatan Joyoboyo itu sudah 100 persen selesai. Akan tetapi saat ini pihaknya sedang menunggu kelengkapan administrasi.

“Karena itu salah satu persyaratan harus diperiksa inspektorat dahulu. Untuk kekuatan bebannya oleh pakar dari ITS,” paparnya.

Sebelumnya, Jembatan Joyoboyo diuji coba dengan dua truk seberat 100 ton pada 19 Februari 2021 yang dilakukan oleh tim ITS. Ada beberapa tahapan untuk memastikan kekuatan jembatan yang terletak di sisi selatan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) itu.

Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ir Putu Raka mengatakan dari pengujian tersebut pihaknya mendata hasil dari pemantauannya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban. Karena itulah, untuk konstruksi aspal beton seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.

“Jadi jembatan ini sudah memiliki kemampuan layanan ketika menerima beban kendaraan atau beban yang lewat,” pungkas Prof Dr Ir Putu Raka.

Informasi ” Jembatan Joyoboyo Perlu Diujicoba Ulang
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/03/22/jembatan-joyoboyo-perlu-diujicoba-ulang/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×