Kakak-Adik Asal Surabaya Sering Cari Musuh Tawuran di Medsos

  • Bagikan

Surabaya – Meski mengaku sudah mengantongi sejumlah terduga pelaku bentrok dan penganiayaan, Polsek Asemrowo masih belum juga menangkap pelaku lain.

Bahkan dua hari terakhir dari 10 anak yang diperiksa hanya dua yakni kakak beradik yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka menganiaya MDS (16) lantaran adu argumen berujung bentrok dua kelompok yang tak seimbang.

Kapolsek Asemrowo, Kompol Hary Kurniawan menjelaskan, pihaknya terus memburu pelaku lain yang terlibat pengeroyokan.

Kemarin dua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti ikut menganiaya pelajar yang masih duduk di bangku SMK ini. Pelaku tersebut yaitu MA (17), dan RPP (16), keduanya warga Surabaya. Kakak beradik ini diketahui ikut menganiaya korban menggunakan balok kayu dan sebuah batu saat kejadian tersebut.

“Dari pengakuan dua tersangka ini ada sekitar dua hingga empat orang lagi yang melakukan pengeroyokan terhadap korban. Sementara temannya yang lain hanya melihat saja. Kami sudah kantongi identitas yang menganiaya, sebaiknya mereka menyerahkan diri. Kalaupun tidak, pasti akan kami tangkap, ” tegas kapolsek didampingi Kanitreskrim Polsek Asemrowo Iptu Rizkika Admadha, Selasa (9/2/2021).

Hary mengungkapkan, kedua tersangka ini tergabung dalam Genggaman Barisan Tanpa Pemimpin (BTP). Keduanya ini, lanjut kapolsek, diajak oleh salah satu kelompok yang memang sebelumnya chat dengan korban untuk menantang berkelahi. Hingga akhirnya korban dan puluhan pelaku yang berasal dari geng yang berbeda menyerang korban dan temannya.

“Sebanyak 20 pemuda ini semua anak di bawah umur. Mereka dari kelompok berbeda pengakuannya gabungan BTP, Populer, dan Narkoboy, ” jelasnya.

Hasil penyidikan, malam sebelum kejadian tersebut korban bersama temannya sempat pesta minuman keras (miras). Setelah itu, korban bersama dua temannya menuju ke lokasi Jalan Dupak Rukun depan Pasar Loak Baru. Dua teman korban berhasil melarikan diri saat mengetahui ada banyak orang yang hendak dihadapi.

“Kemungkinan korban ini mabuk sehingga tidak bisa melarikan diri hingga akhirnya dikeroyok, ” ujarnya.

Unit Reskrim Polsek Asemrowo masih mengejar pelaku utama yang diduga terlibat saling ejek di media sosial (medsos). Pengejaran juga dilakuakn terhadap salah satu pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) dan melukai korban.

Sementara MA yang ditanya mengaku ia hanya ikut-ikutan saja karena diajak temannya tawuran. Ia mengaku sering tawuran dan tidak bisa memperkirakan jumlahnya karena terlalu sering. Ia tidak memungkiri jika setiap tawuran selalu membawa senjata baik itu kayu maupun sajam.

“Biasanya cari musuhnya di medsos. Saling menantang saja, kalau tempat tawuran biasanya disepakati bersama, ” pengakuan MA keada jurnalis.

Sedangkan dari informasi yang dihunpun, hingga kemarin korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSU dr Soetomo karena dalam kondisi kritis setelah mengalami luka parah bekas pembacokan di kepala.

Informasi “Kakak-Adik Asal Surabaya Sering Cari Musuh Tawuran di Medsos” Telah Tayang di infosurabaya.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×