Khofifah: Salat Id di Zona Oranye Boleh, Asal…

  • Bagikan
Khofifah: Salat Id di Zona Oranye Boleh, Asal…
Khofifah: Salat Id di Zona Oranye Boleh, Asal…
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur

infoSURABAYA.com – Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim mengatakan bahwa Salat Id di masjid di daerah zona oranye sebenarnya boleh.

Pernyataan ini berbeda dengan imbauan Menteri Agama soal Salat Idul Fitri (Salat Id) di rumah bagi masyarakat di zona oranye dan merah.

Menurut Khofifah, semua masjid di Jawa Timur bisa menggelar Salat Id. Asalkan, masing-masing masjid punya mekanisme untuk memastikan yang datang Salat Id memang 25 persen dari total kapasitas.

“Maka masing-masing masjid bisa melakukan mekanisme seperti Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Jemaah lebih dulu mendaftar. Karena kalau tidak mendaftar, mau bilang 25 apa berapa persen, tahu dari mana?” cetusnya.

Jemaah Salat Id yang wajib melalui proses pendaftaran, lanjut Khofifah, adalah sistem paling aman. Di Masjid Al Akbar Surabaya, jemaah yang sudah mendaftar akan mendapat kartu konfirmasi pendaftaran (Id Card).

Tujuannya, kata Khofifah, supaya ketika salat sudah berlangsung ada jemaah yang belum terdaftar datang dan hendak bergabung, petugas akan mengarahkan mereka untuk Salat Id di rumah saja.

“Kalau semua (masjid) bisa melakukan itu InsyaAllah akan lebih fix berapa jemaahnya. Kalau sudah close (tutup pendaftaran), ya, close gitu, sehingga masyarakat tahu, oh saya sudah tidak bisa di tempat ini karena sudah penuh,” tuturnya.

Gubernur wanita pertama di Jawa Timur ini menekankan, di zona oranye penularan Covid-19 pelaksanaan Salat Id berjemaah bisa digelar di masjid maksimal 25 persen dari kapasitas yang ada.

Meski begitu Khofifah menegaskan, Surat Edaran Menteri Agama hanya mengatur maksimal 50 persen kapasitas masjid untuk zona kuning. “Jangan dari nol langsung 50 (persen). Tapi 0, 25, 50 (persen),” ujarnya.

Karena di wilayah Jatim tidak ada zona merah, masih kata Khofifah, zona oranye memiliki kemungkinan menyelenggarakan. Zona oranye maksimal 25 persen, zona kuning maksimal 50 persen.

“Tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

Soal penerapan protokol kesehatan, Khofifah menambahkan, prototip protokol kesehatan di masjid itu adalah yang diterapkan oleh Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, terutama karena potensi kerumunan sudah diantisipasi.

“Di Al Akbar tidak ada sandal yang ditaruh di pinggir masjid. Sehingga apa yang berpotensi kerumunan (saat jemaah mencari dan memakai sandal) sudah diantisipasi sebelumnya,” bebernya.

Berkaitan dengan penerapan Salat Id di masjid-masjid di zona oranye itu, Khofifah bilang hari ini akan merapikan mekanisme itu. Selain itu, Khofifah akan berkoordinasi dengan para takmir masjid Jami atau Masjid Agung se-Jawa Timur.

Surat Edaran Menag
Panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 di tengah Pandemi Covid-19 ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021.  

Salat Idul Fitri di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Surat edaran itu menegaskan, Salat Id boleh digelar di masjid dan lapangan hanya di daerah yang ‘dinyatakan aman dari Covid-19’ yaitu Zona Hijau dan Zona Kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Pelaksanaannya pun harus menerapkan standar prokes Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan dalam SE tersebut, salah satunya jemaah Salat Id tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas.

Tujuannya, agar dalam pelaksanaan Salat Id, para jemaah tetap memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah. ana

Informasi ” Khofifah: Salat Id di Zona Oranye Boleh, Asal…
Telah Tayang di : https://inisurabaya.com/2021/05/khofifah-salat-id-di-zona-oranye-boleh-asal/

Cari Berita Terkait Khofifah: Salat Id di Zona Oranye Boleh, Asal…
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×