Masalah Krisis Kantong Plasma Darah Harus Segera Diatasi

  • Bagikan

Surabaya – Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Bhuana menyampaikan harapan agar permasalahan langkanya kantong plasma darah di Surabaya dapat diatasi dengan segera. Harapan tersebut ia sampaikan saat tinjauan Menko PMK ke UDD PMI ke Kantor Unit Transfusi Darah Kota Surabaya. Pasalnya, jika problem kuantitas ini dapat diatasi, maka tingginya jumlah pendonor plasma konvalesen di Surabaya dapat diimbangi dengan ketersediaan kantong plasma dan alat.

“Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah pusat, kelangkaan di Surabaya terkait kantong plasma tadi direspon oleh Pak Menko. Kita harapkan satu atau dua hari ini ada tambahan kantong plasma. Karena ini para penyintas di Surabaya sudah semakin bersemangat untuk memberikan donor plasma konvalesennya dan ini sudah antreannya juga sudah banyak,” ujar Whisnu saat diwawancarai di lokasi, Selasa (16/2/2021).

Whisnu mengungkapkan, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, tentunya ke depan gerakan donor plasma konvalesen di Surabaya bakal semakin masif. Karena itulah, ia berharap supaya distribusi kantong plasma ke Surabaya bisa segera dilakukan.

“Karena ketersediaan kantongnya ini masih terbatas. Kalau ada tindakan dari pemerintah pusat bantuan kantong plasma terutama, apalagi ada bantuan alat maka ini akan semakin masif lagi kita lakukan gerakan donor plasma konvalesen,” ujarnya

Menurutnya, sekarang ini jumlah kantong plasma di Surabaya terbatas, sehingga dalam tiap hari jumlah pendonor harus dibatasi. Bahkan, berdasarkan laporan dari PMI yang diterima Whisnu, pagi ini ada 37 antrean calon pendonor plasma konvalesen yang belum bisa dilayani.

“Kita berharap bisa cepat dapat termasuk alat. Yang ada di Surabaya (alat) empat, yang bisa dipakai dua, karena yang dua kantongnya tidak ada,” kata Whisnu.

Sementara itu, Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya, Tri Siswanto dalam laporannya mengungkapkan, sampai hari ini jumlah pendonor plasma konvalesen di Kota Pahlawan sebanyak 1214 orang. Sedangkan jumlah distribusi yang sudah dilakukan sebanyak 5021 kantong plasma konvalesen.

“Distribusi tak hanya untuk Kota Surabaya. Namun juga untuk kota lain, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta dan Jawa Tengah,” paparnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat mesin plasma konvalesen dan satu mesin trombosit apheresis untuk proses pengambilan plasma di UDD PMI Surabaya. Akan tetapi terkendala kurangnya kantong plasma ini, menyebabkan hanya dua mesin plasma konvalesen yang dapat beroperasi.

“Karena terdapat kendala yaitu keterbatasan ketersediaan kantong kit dan terbatasnya ketersediaan reagen,” tutur Tri.

Kendati demikian, pihaknya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya serta Danrem Bhaskara Jaya yang telah menggerakkan dan memfasilitasi para penyintas Covid-19 di lingkungannya masing-masing untuk mendonorkan plasmanya.

“Sehingga penyediaan plasma konvalesen di Kota Surabaya dapat terpenuhi,” pungkas Tri.

Informasi “Masalah Krisis Kantong Plasma Darah Harus Segera Diatasi” Telah Tayang di infosurabaya.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×