Masalah RS COVID-19 Siloam CITO Terus Bergulir

  • Bagikan

Surabaya – Komisi A DPRD Kota Surabaya memberikan teguran tegas kepada pihak RS Siloam saat menggelar inspeksi mendadak ke RS Darurat Covid-19 di mal Cito, supaya segera menindaklanjuti laporan warga terkait perizinan yang hingga saat ini belum juga rampung.

Saat tiba di lokasi, rombongan legislator dari Komisi A ini didampingi wakil dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, bersama juga pihak manajemen RS Siloam.

“Pengakuan dari semua dinas pihak rumah sakit belum ada yang menyerahkan izin. Pokoknya selama belum ada izin tidak boleh beroperasi dulu,” jelas Anggota Komisi A DPRD Surabaya M Machmud saat dikonfirmasi, Kamis (18/2/2022).

Mahmud mengungkapkan, selain itu rumah sakit khusus Covid-19 harus memenuhi berbagai persyaratan. Untuk syaratnya, yakni harus berjarak 7,5 meter dari bangunan lain bagi rumah sakit yang tertutup, dan jarak 20 meter untuk rumah sakit terbuka.

“Mohon segera lengkapi (izin), kami akan bantu. Masyarakat sekarang memang butuh rumah sakit, tapi jangan kemudian memanfaatkan situasi Covid-19 seperti sekarang ini,” ujarnya.

Sementara itu, statement berbeda muncul dari Danang Kemayan Jati selaku Head of Public Relations Siloam Hospitals Group, yang menyatakan bahwasanya Siloam sudah mengajukan izin soal keberadaan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang berdekatan dengan mal Cito ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Semua dokumen perizinan, mulai dari IPAL dan lain sebagainya sudah kami serahkan. Kalau memang ada yang kurang ya kita akan lengkapi,” kata Danang usai sidak Komisi A DPRD Surabaya.

Ia mengatakan bahwa pihak manajemen telah memberikan penjelasan soal keberadaan RS Darurat Covid-19 Siloam kepada Komisi A. Terkait dengan salah satu perizinan soal jarak gedung sejauh 7 meter dari mal Cito, dirinya menjamin jika kualitas udara yang dikeluarkan dari rumah sakit tersebut tidak membawa material virus apapun.

“Udara disini kita proses dengan EPA Filter dan negatif pressure. Kemudian bakteri dan virus dimatikan menggunakan sinar UV. Jadi udara yang dikeluarkan sudah murni dan tidak terkontaminasi,” paparnya.

Kendati demikian, Danang kembali menegaskan bahwasanya RS Siloam patuh terhadap peraturan pemerintah. Merupakan suatu ketidak mungkinan apabila dalam pembangunan RS Darurat Covid-19 ini tidak mengantongi izin.

“Nggak mungkin kita tidak nyertakan izin. Kita ini sudah mempunyai banyak jaringan rumah sakit, dan yang ini merupakan ke-40. Apalagi fasilitas yang kita bangun sekarang ini berkaitan dengan nyawa manusia,” pungkas Danang.

Informasi “Masalah RS COVID-19 Siloam CITO Terus Bergulir” Telah Tayang di infosurabaya.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×