Merasa Tidak Didengarkan, Oknum HMI Picu Keributan Saat Gelaran Kongres

  • Bagikan
Merasa Tidak Didengarkan, Oknum HMI Picu Keributan Saat Gelaran Kongres

Surabaya – Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berlokasi di Gedung Islamic Center Surabaya yang digelar pada Selasa (22/3/2021) berujung keributan.

Beberapa dari kader yang menghadiri kongres tersebut mengamuk dan membanting kursi serta memecahkan pintu kaca gedung, lantaran merasa aspirasinya tidak didengarkan. Kericuhan ini timbul saat sejumlah kader memaksa seluruh Ketua Badko (Badan Koordinasi) HMI di daerah hadir pada kongres saat itu juga. Akan tetapi, usulan itu tak disetujui mayoritas peserta pemilik suara sah.

Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur Yogi Pratama menuturkan bahwa sejumlah kader tersebut memang telah berulang kali memaksakan usulan yang membuat kongres berjalan lambat.

“Teman-teman yang memperlambat kemarin itu, minta ketua Badko se-Indonesia untuk hadir ke lokasi. Tapi itu kan tidak mungkin hadir semua,” ungkap Yogi, Rabu (24/3/2020).

Yogi mengungkapkan, padahal mayoritas Ketua Badko HMI di Indonesia sudah hadir langsung di dalam kongres. Dari total 20 Ketua Badko, 11 di antaranya telah hadir di dalam forum secara langsung. Sementara sisanya disebutkan berhalangan hadir. Akibat kericuhan itu, kongres pun berjalan alot dan dengan tensi yang panas. Mereka berulang kali mengajukan usulan, kongres pun terhenti beberapa kali. Alhasil karena merasa aspirasinya tidak diakomodir, mereka pun mengamuk dan peserta kongres lainnya pun lari berhamburan.

“Iya, kaca ada yang pecah itu. Itu pelemparan (kursi) dari dalam,” kata Yogi.

Ia mengatakan, perusakan tersebut bukan merupakan sikap mayoritas peserta pemilik suara sah dalam kongres. Tindakan pelemparan dan pemecahan kaca itu, kata dia, hanya dilakukan segelintir orang.

“Memaksakan kehendak yang nggak bisa diikuti oleh suara mayoritas yang ada di dalam. Segala tindakan yang tidak dikehendaki teman-teman mayoritas ya dilakukan (pelaku perusakan),” paparnya.

Imbas dari kericuhan tersebut berujung pada skorsing forum. Sejumlah peserta kongres yang memicu kericuhan kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangan lebih lanjut. Selain itu Yogi juga memastikan, tak ada korban luka akibat peristiwa tersebut.

Kendati demikian, Yogi mengatakan bahwa HMI bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan sarana dan prasarana gedung Islamic Center, Surabaya, tempat kongres berlangsung.

“Yang pecah akan menjadi tanggung jawab kami,” pungkas Yogi.

Informasi ” Merasa Tidak Didengarkan, Oknum HMI Picu Keributan Saat Gelaran Kongres
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/03/24/merasa-tidak-didengarkan-oknum-hmi-picu-keributan-saat-gelaran-kongres/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×