Milenial Butuh Lebih Banyak Literasi Keuangan di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Milenial Butuh Lebih Banyak Literasi Keuangan di Tengah Pandemi

Surabaya – Berdasarkan Survey Standard Chartered 2020, tercatat bahwa generasi milenial berusia 25-44 tahun merupakan generasi yang terdampak signifikan oleh pandemi dari sisi finansial. Menanggapi hal tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng OJK dan PT Pegadaian (Persero) menyelenggarakan Seminar Online Indonesia Millennials Financial Summit 2021.

Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., CMA., CA. menyatakan, Indonesia Millennials Financial Summit merupakan seminar kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Pegadaian (Persero). Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan terutama pada segmen pemuda, pelajar dan mahasiswa.

“Inklusi dan literasi keuangan ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk menggencarkan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di sektor keuangan,” ungkap Dian di sela seminar.

Sementara itu, Tirta Segara, SE., MBA selaku Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen membawakan materi bertajuk “Sehat Keuangan di Masa Pandemi”. Menurutnya, OJK berperan sebagai regulator di sektor jasa keuangan.

“Lahirnya OJK menjadi era baru dalam regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan. Peran pengawasan di sektor jasa keuangan yang sebelumnya dilakukan oleh BI dan Kemenkeu, sejak saat itu menjadi kewenangan OJK,” ujarnya.

Karena itu, Tirta membagikan tips pengelolaan keuangan bagi generasi muda. Tips pertama yakni pahami terlebih dahulu kondisi keuangan. Kemudian, generasi muda harus memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan serta membudayakan menabung sebelum berbelanja.

“Bijaklah dalam berutang, persiapkan dana darurat, serta pastikan legalitas,” kata Tirta.

Menurutnya, program literasi dan edukasi keuangan menjadi semakin penting dan krusial dimasa pandemi, terutama bagi Gen Z dan Generasi Milenial. Setidaknya ada empat alasan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.

“Pertama, generasi muda berperan sebagai critical economic players. Pada tahun 2020, satu dari dua Penduduk Indonesia adalah generasi muda dengan jumlah 145,4 juta jiwa,” paparnya.

Kedua, yaknu tingkat literasi keuangan dikalangan generasi muda masih rendah. Berdasarkan survei nasional pada tahun 2019, menunjukkan bahwa literasi keuangan penduduk 15-17 tahun adalah sebesar 16 persen.

Kendati demikian, generasi muda juga lebih rentan secara finansial. Generasi muda kebanyakan menghabiskan uang untuk kesenangan dibandingkan untuk menabung dan atau berinvestasi untuk menambah aset.

“Yang terakhir, secara statistik, generasi muda lebih mudah terperdaya ajakan influencer. Dalam berinvestasi, generasi muda harus memperhatikan 2L, yaitu Legal dan Logis,” pungkas Tirta.

Informasi ” Milenial Butuh Lebih Banyak Literasi Keuangan di Tengah Pandemi
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/03/26/milenial-butuh-lebih-banyak-literasi-keuangan-di-tengah-pandemi/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×