Muncul Desakan Larangan Plastik Sekali Pakai

  • Bagikan
Muncul Desakan Larangan Plastik Sekali Pakai

Surabaya – LSM lingkungan hidup Ecoton mendesak Pemerintah Kota Surabaya serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, supaya mengeluarkan regulasi larangan penggunaan plastik sekali pakai dengan segera. Peneliti Mikroplastik Ecoton Andreas Agus Kristanto Nugroho menjelaskan, tuntutan itu dilatarbelakangi oleh temuan penelitian beberapa waktu yang lalu. Penelitian itu bekerja sama antara Ecoton dengan Community Aquatic Environmental (CAER) Universitas Trunojoyo Madura dan River Warrior Indonesia.

Dia menjelaskan penelitian itu menggunakan 116 ikan terdiri dari mujair dan gulama yang ditangkap dari muara Sungai Tambak Wedi sebagai sampel. Pengamatan menggunakan mikroskop binokuler dengan pembesaran 40 hingga 100 kali.

“Hasilnya, ditemukan pada semua lambung ikan kandungan mikroplastik,” ungkap Andreas dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).

Andreas mengungkapkan, ada enam jenis mikroplastik. Dari yang terbanyak fiber 82,55 persen, film 7,58 persen, fragmen 7,01 persen, pellet 1 persen, granular 1 persen, dan filament 0,86 persen. Berdasarkan sumbernya, fiber itu berasal dari limbah cucian pakaian rumah tangga, film (tas kresek), fragmen (bagian dari sedotan, botol plastik kemasan, botol shampo dan lainnya), pellet (styrofoam) dan filamen (plastik wrapping dan laminasi).

“Dari hasil itu dapat disimpulkan muara Sungai Tambak Wedi telah menjadi berkumpulnya semua polutan mikroplastik,” ujarnya.

Tentu kesimpulan itu bukan kabar yang baik karena muara Sungai Tambak Wedi mengarah ke Selat Madura. Ia menambahkan, Selat Madura menyuplai lebih dari 42 persen perikanan tangkap Jawa Timur. Oleh karena itu, Ecoton mendorong Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur segera mengendalikan pencemaran mikroplastik dengan mengeluarkan regulasi larangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Harus ada upaya mematikan keran sumber mikroplastik. Tidak hanya pemerintah, kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan puasa pemakaian plastik sekali pakai yang menjadi sumber mikroplastik. Di antaranya, tas keresek, sedotan, botol air minum sekali pakai, saset, popok dan styrofoam,” pungkas Andreas.

Berita “Muncul Desakan Larangan Plastik Sekali Pakai” Sudah Tayang Sebelumnya di infosurabaya.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×