Operasi Pekat 303 Di Pasar Larangan Bocor, Polresta Sidoarjo Urung Lakukan Penangkapan

Release Oleh Team Info

  • Whatsapp

INFOSURABAYA,  Sidoarjo – ||Rencana Penggerebekan Perjudian yang melibatkan modal besar dikawasan Pasar Larangan oleh pihak kepolisian Resort Kota Sidoarjo akhirnya gagal dilakukan. Pasalnya praktek perjudian yang sudah meresahkan masyarakat ini, saat akan dilakukan penggerebekan oleh polisi (14/03) ternyata tidak ada kegiatan apa – apa dilokasi, diduga operasi penggerebekan ini bocor dan diketahui para Bandar serta pelaku perjudian. Senin 16 Maret 2020.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatApps pribadinya enggan memberikan keterangan terkait adanya Praktek perjudian yang telah meresahkan masyarakat di kawasan tersebut. Tetapi dalam pesannya Kasat Reskrim mempersilahkan awak media Infosurabaya .Com untuk datang menemui dirinya di kantornya, namun setelah didatangi (14/03) Kasat Reskrim terkesan enggan memberikan keterangan dan menghindari kedatangan awak media jeruangannya.

Lantaran tidak bisa menemui Kasat Reskrim awak media Infosurabaya .Com akhirnya menemui Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi (Kombes) Sumardji di ruangannya. Dalam pertemuan ini kapolres Berjanji akan menindak tegas praktek perjudian diwilayah hukumnya dengan menugaskan satuan Brimob melakukan penangkapan.

“Kami akan tugaskan Resmob untuk melakukan penangkapan, agar Sidoarjo bisa lebih baik. Terima kasih atas infonya.” ujar Kapolres.

Sementara itu dilain pihak, Emon (42) salah seorang warga wilayah Pasarlarang sangat menyesalkan adanya kebocoran informasi terkait penggerebekan lokasi perjudian tersebut, padahal menurut Emon kegiatan perjudian itu sudah sangat meresahkan warga sekitar pasar larang, karena didalamnya bukan hanya perjudian tetapi juga prostitusi dan peredaran miras tanpa ijin.

“Saya menginginkan pihak aparat kepolisian Posek candi kooperatif dalam untuk menindak perjudian 303 , penjualan minuman keras,PSK untuk dibersihkan di wilayah pasar larangan,” ungkapnya.

Warga juga meminta PT KAI yang punya wilayah di jalur 63 pasar larangan untuk memberikan fasilitas Umum sperti lampu penerangan sepanjang rel kereta 63 dan CCTV untuk memantau kegiatan disekitar wilayah itu agar tidak di mafaatkan oleh bandar-bandar Judi. Red ( Oji/Team)

Release Oleh Team Info

Loading...

Pos terkait