Pembangunan Flyover Aloha Masih Menunggu Pembebasan Lahan TNI AL

Pembangunan Flyover Aloha Masih Menunggu Pembebasan Lahan TNI AL

Pembangunan Flyover Aloha, Sidoarjo saat ini masih menunggu pembebasan lahan 1,2 hektare milik TNI AL.

M Yunan Khoiron Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo mengatakan, saat ini Pemkab sedang berkoordinasi dengan Lantamal, lalu diteruskan ke Markas Besar AL, Kementerian Pertahanan, terakhir ke Kementerian Keuangan.

“Luas yang kami butuhkan seluruhnya milik TNI AL. Mudah-mudahan lancar meski prosedurnya panjang. Kami harus bisa menyelesaikan pembebasan lahan ini dalam waktu setahun,” kata Yunan kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (9/2/2022).

Skema yang akan digunakan untuk pembebasan lahan bisa berupa hibah atau pinjam pakai. Tergantung kesepakatan Pemkab Sidoarjo dengan pihak TNI AL dalam hal ini adalah Lantamal V.

Demi mempermudah proses pengerjaan Flyover Aloha, sejumlah bangunan yang disewa masyarakat untuk usaha dan utilitas milik PDAM. Telkom, PLN, ATM, dan jembatan penyeberangan orang yang berada di lahan tersebut akan dipindahkan.

“Dalam pelaksanaannya, kami akan sosialisasi dan koordinasi dengan TNI AL untuk melakukan penyelesaian pemindahan mereka. Namun atas permintaan Bupati agar tempat usaha yang di bawah Flyover masih bisa digunakan masyarakat,” ujar Yunan.

Pembangunan fisik proyek strategis nasional ini targetnya akan dimulai pada tahun 2023 oleh pemerintah pusat. Pemkab Sidoarjo hanya menyediakan lahan.

Sesuai paparan dari Kementerian PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim Bali, dalam tahapan pengadaan lahan ini butuh waktu sekitar satu tahun. Antara lain untuk pembebasan lahan dan pembayarannya. Diharapkan pada 2022 seluruh pembebasan lahan dan pembayaran bisa tuntas.

Nantinya, Flyover aloha akan dibangun dua susun. Lajur atas untuk kendaraan yang dari Sidoarjo mau ke bandara panjangnya sekitar 300 meter. Kemudian di lajur bawah atau samping,untuk kendaraan yang dari Juanda ke Surabaya atau Sidoarjo panjangnya 250 meter.

“Konsepnya tumpuk seperti FO Semanggi di Jakarta. Lebar jembatan 9 meter ruasnya 1 jalur 2 lajur, lebar 2-3,5 meter,” tutut Yunan.

Dengan terbangunnya flyover Aloha, Bupati juga menyiapkan pelebaran jalan sisi kanan kiri jalan. Tujuannya untuk menghindari terjadinya bottleneck.

Sementara, untuk pembangunan frontage road, Yunan memastikan akan tetap berlanjut sampai Buduran dan sampai ke arah utara sampai tersambung dengan Deltasari.

Untuk diketahui, total panjang frontage road yang sedang dibangun Pemerintah Sidoarjo adalah 9,4 kilometer dengan rincian 55 persen lahan dari perusahaan, 30 persen lahan dari masyarakat, dan 15 persen lahan pemerintah/BUMN/daerah. (iss/rst)

Berita Terbaru Terkait “Pembangunan Flyover Aloha Masih Menunggu Pembebasan Lahan TNI AL” Sudah Tayang Sebelumnya di Suara Surabaya Repost By © infosurabaya 2021