Close
Swipe Up to Read Content

Pemerintah Berfokus pada Empat Titik Pencarian Korban Gempa Cianjur

Muhadjir Effendy Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menyatakan pemerintah pada saat ini masih berfokus pada upaya pencarian korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

“Pemerintah pada saat ini fokus mengutamakan evakuasi korban, baik korban luka maupun yang meninggal serta perbaikan infrastruktur vital yang terputus akibat reruntuhan,” ujar Muhadjir Effendy Menko PMK ketika dikonfirmasi di Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (23/11/2022).

Menko PMK menjelaskan, upaya pencarian korban yang dilakukan pemerintah pada saat ini difokuskan pada empat titik.

“Berdasarkan laporan dari BNPB, pada saat ini masih terus dilakukan pencarian, utamanya pada empat titik yakni di wilayah Cugenang, Desa Nagrak, Desa Sarampat, dan juga di Warung Sate Shinta,” tuturnya.

Menko PMK menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kendala dalam proses pencarian korban, hal ini mengingat sejumlah lokasi evakuasi masih bisa dijangkau.

“Hanya memang area evakuasi terbilang cukup luas sehingga membutuhkan waktu dalam proses pencarian secara manual karena jika menggunakan alat berat dikhawatirkan akan mengenai korban,” ujarnya.

Muhadjir Effendy juga menambahkan bahwa sejumlah infrastruktur vital yang terdampak longsoran pascagempa pada saat ini sudah ditangani oleh tim gabungan.

“Kemudian jalur kabupaten dan juga jembatan yang terputus pascagempa pada saat ini sudah ditangani oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (23/11/2022), naik menjadi 271 orang setelah di hari sebelumnya tercatat ada 268 orang meninggal.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan angka 271 korban meninggal itu didapat dari verifikasi berdasarkan data jenazah yang wujudnya ada dan terdata di rumah sakit atau Puskesmas.

“Ini kami sudah mengidentifikasi mencocokkan data dengan Kemenkes, khususnya Pusat Krisis Kesehatan di semua rumah sakit dan Puskesmas yang sudah betul-betul ada jenazahnya,” ujar Suharyanto di Pendopo Cianjur, Jawa Barat.(ant/red/ipg)

👆🏽PROMO GRATIS👆🏽
👆🏽PROMO GRATIS👆🏽

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *