Pemkot Surabaya Diminta Pertimbangkan Beri Izin Tempat Karaoke untuk Buka

  • Bagikan
Pemkot Surabaya Diminta Pertimbangkan Beri Izin Tempat Karaoke untuk Buka

Surabaya – Demi membangkitkan kembali perekonomian Kota Pahlawan, DPRD Surabaya meminta agar Pemkot Surabaya mempertimbangkan dibukanya tempat rekreasi hiburan umum seperti misalnya tempat karaoke.

“Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun ini benar-benar mengambrukan sektor perekonomian. Tak terkeculi tempat-tempat wisata di perkotaan,” ujar Mahfudz, Sekretaris Komisi B bidang keuangan DPRD Kota Surabaya, Rabu (24/2/2021).

Terhitung hampir satu tahun sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, Pemkot Surabaya menutup tempat rekreasi dan hiburan yang dikhawatirkan menjadi sarana penularan virus jenis baru itu.

Selama penutupan tersebut, kota Surabaya kehilangan salah satu sumber pendapatan yang terbilang besar angkanya. Dewan melihat nilai miliaran rupiah dari tempat rekreasi dan hiburan umum menguap begitu saja.

“Dari situ saja sudah bisa dilihat, ekonomi ini hancur. APBD juga kena dampak. Pemasukan dari RHU (rekreasi hiburan umum) itu besar, bagi saya ya dibuka saja. Tidak ada masalah,” ucap Mahfudz saat ditemui di ruangannya, Rabu (24/2/2021).

Perlu diingat bahwa putaran uang yang dihasilkan RHU juga menghidupi banyak warga Surabaya. Di mana selama hampir satu tahun ditutup, mereka kebingungan mencari sumber usaha yang lain.

Kendati demikian, pembukaann RHU bukan tanpa secara serampangan dan tanpa aturan. Mengingat situasi pandemi Covid-19 belum usai. Setidaknya Mahfudz memberikan dua syarat.

Pertama, Pemkot menyediakan fasilitas tes swab gratis untuk pengunjung RHU. Apabila dinilai memberatkan, Pemkot bisa meminta pemilik RHU untuk menyediakan tes swab di tempat sebelum pengunjung masuk.

“Pengunjung kalau masuk RHU itu berarti siap duit. Mereka pasti mau kalau dibebani harus swab dulu. Toh juga tidak terlalu mahal. Apalagi saat ini ada alat pendeteksi anak bangsa, Ge-Nose c19. Bisa jadi salah satu alternatif,” paparnya.

“Ketika hasilnya negatif baru boleh masuk, kalau positif langsung dibawa oleh Satgas. Jadi harus ada kerja sama dengan satgas. Pengunjung juga bisa menggunakan hasil swab untuk keperluan lainnya,” lanjut Mahfudz.

Kedua, pengusaha RHU wajib memastikan pegawainya rutin melaksanakan tes swab guna memastikan tidak ada penularan dari pegawai ke pengunjung. Apabila dua aturan itu diterapkan, Mahfudz yakin ekonomi dari RHU dapat kembali bergerak, dan pendapatan kota Surabaya terangkat.

Hal ini penting untuk dipertimbangkan, apalagi melihat fakta di lapangan beberapa RHU memilih beroperasi secara diam-diam, yang justru akan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Daripada RHU ini buka sembunyi-sembunyi, malah menguntungkan satu dua orang saja. Ya, mending dibuka dengan aturan ketat,” katanya.

“Kalau perjalanan pakai kereta dan pesawat tetap bisa, kenapa RHU tidak? Ekonomi kota akan naik, pendapatan daerah juga naik, pengendalian Covid-19 juga bisa dilakukan. Ini ibaratnya Pemkot mengendalikan Covid-19 bekerjasama dengan sektor swasta,” pungkas anggota DPRD Surabaya dalam mendorong Pemkot Surabaya membuka kembali tempat rekreasi hiburan umum.

Informasi ” Pemkot Surabaya Diminta Pertimbangkan Beri Izin Tempat Karaoke untuk Buka
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/02/25/pemkot-surabaya-diminta-pertimbangkan-beri-izin-tempat-karaoke-untuk-buka/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×