Pemkot Surabaya Produksi Peti Mati, ada 160 Warga Meninggal Selama 4 Hari

Pemkot Surabaya Produksi Peti Mati
Pemkot Surabaya Produksi Peti Mati - Petugas membawa peti mati yang sudah selesai dibuat di Balai Kota Surabaya. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

Info Surabaya – Pemkot Surabaya Produksi Peti Mati Sebanyak 35 warga Surabaya yang terpapar Covid-19 meninggal dunia pada Kamis (1/7). Angka itu menurun setelah sebelumnya pada Rabu (30/6), terdapat 45 warga Surabaya meninggal dunia. Data itu dilansir dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Proses pemulasaraan jenazah Covid-19, menurut Direktur Utama RSUD Soetomo Joni Wahyuhadi, membutuhkan waktu selama 1,5 hingga 2 jam. Sebab, proses pemulasaraan jenazah Covid-19 berbeda dengan jenazah biasa.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Surabaya memproduksi peti mati. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan angka kematian akibat Covid-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan pembuatan peti mati itu sebagai upaya Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi antrean jenazah untuk dimakamkan.

”Saya dapat laporan ada warga meninggal dunia yang harus mengantre 20 jam untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Aku sedih. Sudah seda (meninggal) tapi juga harus mengantre,” ujar Eri.

Pemkot Surabaya Produksi Peti Mati

Beberapa hal yang membuat jenazah harus mengantre sebelum dimakamkan adalah karena keterbatasan petugas pemulasara dan juga peti. Untuk itu, Pemkot membantu memfasilitasi peti mati. Peti mati dibuat di halaman belakang Balai Kota Surabaya.

Dikutip dari JawaPos.com, sejak pukul 07.00 pagi, puluhan petugas dari Dinas PU dan Bina Marga sibuk membuat peti mati. Mereka memotong dan mengamplas kayu kemudian mengecat peti mati. ”Pembuatan peti mati kan kita lakukan sendiri, pemkot yang melakukan,” jelas Eri pada Jumat (2/7).

Peti mati itu, lanjut Eri, akan langsung dikirimkan ke TPU Keputih Surabaya. Di sana, Pemkot Surabaya juga menyediakan petugas pemulasara yang bertugas memandikan jenazah. ”Sehingga nanti ada yang dikirim untuk pemulasaran di TPU Keputih, terus kita mandikan dan masukan ke peti lalu kita makamkan,” terang Eri.

Eri mengaku tidak menargetkan jumlah peti yang dibuat. Dia berharap tidak banyak peti yang dibuat. Artinya, tidak banyak warga Surabaya yang meninggal dunia karena Covid-19.

”Target sebanyak-banyaknya. Ini seratus, tapi semoga nggak sampai seratus. Jangan sampai yang meninggal banyak. Kita buatkan tapi ya semoga nggak terpakai,” kata Eri.

Untuk pasien yang meninggal dunia, lanjut Eri, mencapai puluhan tiap hari. Senin (28/6), pasien Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 40 orang. Sehingga bila ditotal sejak Senin hingga Kamis, terdapat kurang lebih 160 warga meninggal dunia.

”Tapi saya berharap tidak ada yang terpakai, tambah kurang, tambah kurang (yang meninggal dunia),” ujar Eri.