Pemkot Surabaya Punya Aplikasi Penangkal Radikalisme, Tapi Sedang Tak Maksimal

  • Bagikan
Pemkot Surabaya Punya Aplikasi Penangkal Radikalisme, Tapi Sedang Tak Maksimal

Surabaya – Aplikasi Sistem informasi Pemantau Penduduk (SiPandu) yang sempat disosialisasikan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada masyarakat Kota Surabaya untu menangkal terorisme dan radikalisme terkendala penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febri Adithya Prajatara yang mengklaim bahwa kini sang whistleblower yang disebut BuMantik (Ibu Pemantau Jentik) sedang fokus pada pendeteksian warga yang terpapar Covid-19 di setiap RT dan RW.

“Bumantik kita saat ini sedang terkendala Covid-19. Makanya harus fokus pada temuan kasus dulu dan minimalisir penularan di tiap RT,” ungkap Febri saat diwawancarai di Gedung Humas Pemkot Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Febri mengungkapkan, bahwa terduga teroris yang baru-baru ini ditangkap oleh Densus 88 di kawasan Surabaya, memanfaatkan momen Covid-19 ini untuk melakukan pergerakan bawah tanah.

“SiPandu masih jalan aplikasinya, cuman kalau Bumantik-nya terkendala kan ndak ada pemberi informasi aktif,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bumantik ini merupakan garda pertahanan terdepan dalam mencegah munculnya bibit terorisme merupakan usulan dari Ketua RT/RW yang sebelumnya sudah dikumpulkan untuk pencegahan aksi terorisme.

“Mereka memanfaatkan kondisi sekarang, ditambah fokus kita saat ini lagi pada vaksinasi warga kota,” kata Febri.

Sebelumnya, Tri Rismaharini pada Mei 2018 lalu sempat memberikan sosialisasi pada masyarakat mengenai aplikasi SiPandu. Ia mengklaim aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan mekanisme pelayanan pindah datang dan pindah keluar penduduk serta pendataan penduduk non-permanen di Kota Surabaya.

Risma secara khusus meluncurkan aplikasi ini untuk memberikan keamanan pada masyarakat pasca aksi bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu di kotanya.

“Aplikasi ini juga dapat dipakai untuk meningkatkan interaksi antara para ketua RT/RW serta memahami kehidupan warganya. Dengan begitu mereka dapat mendeteksi perilaku atau tindakan yang menyimpang dari warganya sejak dini,” tutur Risma.

Informasi ” Pemkot Surabaya Punya Aplikasi Penangkal Radikalisme, Tapi Sedang Tak Maksimal
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/03/05/pemkot-surabaya-punya-aplikasi-penangkal-radikalisme-tapi-sedang-tak-maksimal/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×