Per 23 Juni 2021, 54 RT di Kota Surabaya Masuk Zona Merah

  • Bagikan
Per 23 Juni 2021, 54 RT di Kota Surabaya Masuk Zona Merah
Data perkembangan zonasi tingkat RT Kota Surabaya per 23 Juni 2021. 54 RT masuk zona merah.

Info Surabaya Per 23 Juni 2021, 54 RT di Kota Surabaya Masuk Zona Merah, Berdasarkan data lawancovid-19 Surabaya per 23 Juni 2021, sebanyak 54 RT di Kota Surabaya saat ini masuk dalam zona merah.

Sedangkan yang berada dalam zona Kuning sebanyak 229 dan Hijau 8843 RT. Data lawancovid-19 Surabaya sebelumnya menunjukan pembagian zonasi pengendalian wilayah PPM Mikro berdasarkan tingkat kelurahan.

Namun per Kamis, 24 Juni 2021, data zonasi diturunkan menjadi tingkat RT. Hal itu mengacu pada Surat Edaran yang mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) 2/2021 tentang penerapan zonasi RT selama PPKM Mikro.

Ketersedian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Menipis

Dalam penerapan zonasi RT selama PPKM Mikro hanya ada tiga kategori zona yaitu Hijau (tidak ada kasus), Kuning (terdapat satu kasus), dan Merah (terdapat lebih dari satu kasus.

Ketersedian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Menipis Pasien covid-19 di Surabaya yang terus bertambah menyebabkan Bed Occupancy Rate atau BOR mencapai 89,19 persen.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menegaskan jika BOR hanya tersisa 10 persen dari kamar yang tersisa di seluruh Rumah Sakit di Surabaya.

Sebab, keterisian rumah sakit atau yang biasa disebut Bed occupancy rate (BOR) Surabaya kini mencapai 89,19 persen. “Hari ini 89,19 persen,” jelasnya pada Rabu (23/6/2021). seperti dikutip dari ayosurabayacom

Angka BOR itu, terus meningkat terhitung sejak Selasa 26 Juni 2021 lalu, diangka 88 persen. “Untuk ICU dengan ventilator, tingkat keterisian sebesar 90 persen. Untuk non ventilator sebesar 95 persen,” urai dia. Sementara itu, ruang isolasi perawatan dengan gejala ringan saat ini terpakai 88 persen.

54 RT Surabaya Masuk Zona Merah

“Jadi mengingat kondisi BOR Surabaya setinggi ini, dengan angka Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya ada lonjakan signifikan, kami berharap warga tertib dan disiplin protokol kesehatan.

Walaupun sudah divaksin tetap dijaga,” pesannya. Berdasarkan data kumulatif, positivity rate berjalan dinamis. Minggu kemarin tgl 7-13 Juni 10 persen.

Terjadi peningkatan pada Minggu berikutnya, tanggal 14-20 persen. “Masuk Minggu ini, penurunan hingga 19 persen. Angka ini kenaikannya cukup signifikan karena waktu awal Juni kemarin, kita pernah 5-7 persen,” jelasnya.

Ditanya penyebab kenaikan, Febri mengingatkan bahwa kondisi secara nasional memang ada kenaikan signifikan. “Para ahli juga melihat dampak dari libur lebaran,” imbuhnya. Rata-rata warga yang dirawat di RS, lanjut Febri, adalah warga yang bergejala sedang dan berat. “Untuk warga Surabaya yang ringan di hotel asrama haji,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×