Perusahaan Diimbau Tak Cicil THR Pekerja

  • Bagikan
Perusahaan Diimbau Tak Cicil THR Pekerja

Surabaya – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, meminta pada pihak perusahaan supaya tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya secara mencicil. Akan tetapi, ketika memang perusahaan tak sanggup membayarkan THR secara langsung, maka pihak perusahaan harus berkomunikasi langsung kepada para pekerjanya secara terbuka.

“Prinsipnya THR itu harus dibayar. Itu prinsip pertama. Kalau toh memang ada ketidakmampuan, harus dibicarakan dengan pekerja,” ungkap Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo, Jumat (16/4/2021).

Himawan mengungkapkan, secara aturan THR harus dibayarkan maksimal seminggu sebelum Lebaran. Namun Menteri Tenaga Kerja Ida Fauzia memberi keringanan kepada perusahaan, untuk membayar THR maksimal sehari sebelum lebaran. Pengusaha pun diminta jujur akan kondisinya.

“Kejujuran pengusaha, kalau dia enggak bisa bayar, alasannya apa itu harus membuat laporan. Kalau perlu ada audit eskternal yang melakukan fungsi kontrol terhadap cashflow mereka,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pekerja tak melakukan protes hingga mogok kerja. Kendati demikian, dirinya juga memastikan THR harus tetap dibayarkan oleh perusahaan, meski dalam situasi pandemi Covid-19.

“Teman teman pekerja juga kita larang untuk protes dan mogok. Pandemi nggak boleh jadi alasan tidak membayar THR,” kata Himawan.

Himawan berdalih, untuk mengawasi dan memastikan perusahaan membayar THR, rencananya akhir bulan April ini Disnakertrans Jatim akan membentuk Posko Pengaduan THR.

“Supaya secara cepat, dini kita untuk mengadakan persiapan bagaimana kondisi THR Jatim,” pungkasnya.

Informasi ” Perusahaan Diimbau Tak Cicil THR Pekerja
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/04/16/perusahaan-diimbau-tak-cicil-thr-pekerja/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×