Respon Pemilik Aset Kripto Surabaya Terkait ‘Prank’ Elon Musk

  • Bagikan
Respon Pemilik Aset Kripto Surabaya Terkait 'Prank' Elon Musk

Surabaya – Aser uang digital atau yang lebih dikenal dengan Cryptocurrency kini mulai ramai diperbincangkan, termasuk di Surabaya. Kemarin, saat CEO Tesla Elon Musk mengumumkan bahwasanya Tesla tak lagi menerima pembayaran dengan Bitcoin, seluruh nilai aset kripto langsung anjlok tak terkecuali bitcoin dan teman-temannya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pemilik aset kripto bitcoin di Surabaya, Adi Pradanacipto mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Elon Musk ini berimbas pada seluruh aset kripto. Hal ini, menurutnya lantaran Elon sendiri merupakan dewa kripto semenjak ia memborong 1,5 Miliar dolar AS untuk bitcoin.

“Alih-alih prihatin karena prihatin sama penambangan batu bara dan konsumsi listrik bitcoin. Dia ngelepas tesla dari bitcoin. Yah sekarang pada gigit jari semua investor kripto,” ungkap Adi yang juga seorang pemilik toko emas di Jakarta, Jumat (14/3/2021).

Adi mengungkapkan, yang dilakukan oleh Elon adalah alasan klasik untuk berpindah ke aset berikutnya seperti Doge Coin dan Shiba Inu. Kedua kripto ini sendiri sedang digadang-gadang oleh Elon, dengan menargetkan peluncuran satelit doge di tahun 2022 mendatang.

“Paling ya nunggu bitcoin jatuh lagi harganya. Ntar kalau sudah murah dan sepi peminat, dia masuk lagi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai soal apakah akan berpindah aset, Adi membenarkan. Pasalnya, votalitas yang terjadi di cryptocurrency ini bak trading forex yang sistemnya sudah lama ada. Permasalahannya adalah, para investor pun tidak sedikit yang merupakan Fomo (fear of missing out).

“Abis gini pindah ke saham aja saya. Analisa fundamentalnya lebih jelas. Lagian saya udah cukup cuan dari BTC empat miliar lebih,” kata Adi.

Sementara itu, Novilda yang juga pemilik aset kripto mengaku sedang girang-girangnya. Hal ini, lantaran Elon Musk telah mengeluarkan cuitan di Twitter soal dukungan untuk doge coin. Novilda sendiri merupakan pemilik aset doge koin sejak bulan Maret 2021 dengan jumlah sebanyak 400 doge coin atau setara hampir Rp 3 juta.

“Saya sendiri bisa dibilang beruntung karena tepat memilih aset. Pertimbangan saya waktu itu gara-gara ada postingan gudang yang berisi banyaknya VGA untuk tambang bitcoin. Dengan konsumsi listrik seperti itu, akhirnya pasti banyak kritik yang masuk,” paparnya.

Benar saja, bitcoin sendiri bahkan sudah dikritik oleh beberapa tokoh besar di bidang ekonomi lantaran penggunaan listriknya yang gila-gilaan. Namun, terkait prank yang dilakukan oleh Elon Musk sendiri menurut Novilda merupakan pertimbangan yang muncul atas pasang surut ekonomi di pasar internasional, dan bukan merupakan hal yang semerta-merta disalahkan.

“Namanya juga pemborong kan berhak menentukan apa saja asetnya. Dia mau milih bitcoin, doge, shiba, etherium, usdt ya terserah dia dong,” pungkas Novilda.

Berita “Respon Pemilik Aset Kripto Surabaya Terkait ‘Prank’ Elon Musk” Sudah Tayang Sebelumnya di infosurabaya.id

Cari Berita Terkait Respon Pemilik Aset Kripto Surabaya Terkait ‘Prank’ Elon Musk
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×