Ricuh Tolak Omnibus Law, Polda Jatim Tetapkan 14 Tersangka

  • Whatsapp

Surabaya – Polda Jawa Timur menetapkan 14 tersangka perusakan fasilitas umum (fasum), dalam demo menolak Omnibus Law di Surabaya dan Malang. Mereka merusak fasum seperti merobohkan pagar hingga merusak kendaraan dan pos polisi.

“Ada 14 yang kita lakukan proses ditetapkan menjadi tersangka, yang kita lakukan penahanan terkait Pasal 170 perusakan secara bersama-sama. Kemudian untuk apa yang dilakukan terkait dengan adanya beberapa fasilitas umum yang dilakukan perusakan. Seperti di depan Gedung Grahadi terkait robohnya pagar dan fasum lainnya. Dan juga ada kendaraan Polri dan masyarakat yang dilakukan perusakan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di mapolda, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (9/10/2020).

Read More

Truno menambahkan, pihaknya telah memeriksa 14 tersangka tersebut. Pihaknya juga telah mengantongi bukti kuat bahwa 14 orang tersebut melakukan tindakan perusakan fasum.

“Terhadap 14-nya kami yakinkan kami melakukan proses penyelidikan secara prosedural, profesional dan menjunjung nilai-nilai tujuan dari hukum itu sendiri. Sehingga ini langkah terakhir yang kita lakukan proses penyelidikan di bawah wilayah hukum Polda Jatim,” imbuhnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran memaparkan, para tersangka ini sengaja datang mengikuti aksi untuk membuat rusuh. “Kita minta dukungan juga, bagi mereka yang anarkis akan kita proses. Ini sebagai bentuk pembelajaran supaya lain kali kalau mereka melakukan hal yang sama. Ini menjadi pelajaran. Mereka bukan pelajar, tapi mereka yang sengaja datang melakukan perusakan,” terang Fadil.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan 634 massa yang diduga melakukan perusakan fasum hingga melawan petugas. Rinciannya, ada 505 orang yang diamankan di Surabaya dan 129 di Malang.

Massa demo tolak Omnibus Law di Surabaya pada Kamis (8/10) sempat ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Massa yang tidak mengenakan seragam buruh ini melempari petugas dengan batu hingga bom molotov. Massa juga menjebol pagar sisi kanan dan kiri Grahadi.

Tak hanya itu, massa juga merusak fasilitas umum lainnya. Mulai dari lampu jalanan, bola-bola hiasan, dan merusak taman. Ada pula dua mobil milik polisi yang dibakar di depan Hotel Inna Simpang dan depan Kantor Gubernur Jatim.

Polisi sempat menembakkan peluru karet hingga gas air mata. Massa pun berlarian dan bergeser ke Jalan Yos Sudarso hingga merusak fasilitas di perkantoran dan Alun-alun Suroboyo. Di sana, massa juga membakar sejumlah water barrier.

Kian malam, situasi tak kunjung kondusif. Massa bergeser ke arah Tunjungan Plaza dan membakar water barrier hingga pos polisi depan TP.

Sedangkan di Malang, massa juga ricuh dengan melempari gedung DPRD dengan batu, botol dan benda-benda lain. Satu mobil milik Satpol PP Pemkot Malang dan empat unit motor di antaranya milik Polresta Malang Kota dibakar. Selain membakar, massa juga merusak satu unit bus Polres Batu, dua truk Polres Blitar dan sejumlah kendaraan dinas Pemkot Malang.

Informasi “Ricuh Tolak Omnibus Law, Polda Jatim Tetapkan 14 Tersangka” Telah Tayang di infosurabaya.id

Related posts