Saling Sindir Di Deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya

  • Bagikan

Surabaya – Hari pertama kampanye Pilwali Surabaya, KPU menggelar Deklarasi Kampanye Damai. Acara tersebut dihadiri oleh kedua pasangan calon Eri-Armuji nomor urut 1 dan Machfud Arifin-Mujiaman nomor urut 2.

Berdasarkan hasil pantauan, meski dihadiri kedua paslon, namun calon wali kota Eri Cahyadi tak tampak karena harus mendampingi salah satu keluarganya yang sakit. Adapun yang datang hanya calon wakil wali kotanya Armuji. Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman hadir bersama.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengimbau agar kedua paslon melaksanakan kampanye sesuai dengan peraturan. Tak lupa ia juga mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Hari ini merupakan hari pertama (kampanye). Maka besar harapan kami setiap paslon baik 1 maupun 2 di dalam melaksanakan kegiatan kampanye tetap patuh dan taat pada perundangan yang berlaku,” ujar Syamsi dalam sambutannya di halaman Hotel Singgasana, Sabtu (26/9/2020).

Meski acara bertema deklarasi kampanye  damai, namun kedua paslon rupanya saling sindir dan perang kata-kata. Kejadian itu berlangsung saat kedua paslon diberi kesempatan satu-satu untuk memberi sambutan.

Pada kesempatan pertama, calon wakil wali kota nomor urut 1, Armuji diberikan kesempatan. Dalam sambutannya, Armuji kemudian menyinggung bahwa Surabaya sudah lama maju. Maju sendiri merupakan tagline dari paslon nomor urut 2 yang merupakan singkatan Machfud Arifin dan Mujiaman.

Surabaya kalau maju sudah lama maju Surabaya itu. Makanya tag-line kita Surabaya Keren, bahasa gaule mbois. Dan lebih lagi kita tingkatkan menjadi kota mercusuar untuk Surabaya,” tutur Armuji.

“Karena apa, Surabaya ini saya mengalami betul tahun 1999 saya sudah menjadi ketua DPRD Surabaya. Surabaya belum seperti ini, Surabaya belum mengalami kemajuan. Tetapi lambat laun Surabaya tertata,” tambahnya.

Mendengar sambutan itu, Machfud Arifin kemudian membalas sindiran Armuji dengan menyebut di Kota Pahlawan masih ada orang yang tidur dan masak di kuburan. Ia lalu mempertanyakan kondisi itu pantas sebagai kota metropolitan.

“Kenapa saya mau jadi calon wali kota Surabaya. Hanya ingin berdoa mudah-mudahan di Surabaya tidak ada lagi orang yang tidur di kuburan dan masak di kuburan. Masih banyak orang yang tidak punya jamban. Mudah-mudahan punya jamban,” tegas Machfud.

Jangan ada lagi Surabaya yang sudah berumur 720 tahun masih banyak orang yang buang kotoran di sungai. Gak percaya ayo ketua KPU ikut aku. Apakah ini kota metropolitan? Saya gak kampanye gak,” tandas Machfud.

Informasi “Saling Sindir Di Deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya” Telah Tayang di infosurabaya.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×