Santunan Korban Meninggal Akibat Corona Dihapus, Warga Surabaya Minta Ada Solusi Lain

  • Bagikan
Santunan Korban Meninggal Akibat Corona Dihapus, Warga Surabaya Minta Ada Solusi Lain

Surabaya – Penghapusan dana santunan kematian COVID-19 ini disesalkan oleh keluarga korban. Vivi salah satunya, wanita berusia 36 tahun yang telah ditinggalkan oleh suaminya lantaran Covid-19.

Ia mengakui, bahwa dirinya baru mendapatkan informasi dana santunan tersebut pada akhir Januari 2021. Namun ia harus menelan pil pahit lantaran santunan ini akhirnya dibatalkan.

“Saya ini lho masih nyiapin berkas-berkasnya, tau-tau dibatalkan. Kalau memang santunan di hapus, ya sosialisasinya harus dimasifkan lagi dong, atau mungkin ada solusi lain,” kata Vivi.

Hal senada juga disampaikan oleh Erwin Harliani (38) yang mengklaim sudah mengajukan santunan sejak bulan Desember 2020. Namun, bahkan hingga Februari pun dirinya tidak mendapatkan kejelasan dari kelanjutan santunan.

“Saat itu, saya sudah selesai mengumpulkan semua berkas. Kan syaratnya itu ada form, ahli waris, surat kematian dari Dinkes 1 minggu baru jadi. Memang gak ribet, tapi ya namanya wira-wiri perjalanan juga capek kan,” paparnya.

Ketika Erwin mencoba bertanya menyoal kelanjutan berkas, petugas pun tidak bisa menjelaskan dan tidak mampu mengonfirmasi kepastian penerimaannya. Setelah mendapatkan informasi bahwa santunan dihapuskan, ia mengaku sangat kecewa. Ia yang kehilangan suami dan mertuanya karena Covid-19 itu sampai sekarang belum mendapatkan bantuan.

“Bahkan sampai waktu saya divonis positif Covid-19 bulan Agustus kemarin, tidak ada sedikitpun terima bantuan. Katanya bantuan dan sistem dibuat supaya nggak ada korupsi atau mengurangi birokrasi dengan bawahan, tapi malah santunan dihilangkan,” pungkas Erwin.

Sebagai informasi, Kementrian Sosial (Kemensos) secara resmi menghapus kebijakan pemberian santunan sebesar Rp 15 juta kepada keluarga korban meninggal Covid-19. Peraturan itu tertuang dalam surat Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021, yang ditujukan untuk seluruh kadinsos provinsi. Dalam surat tersebut, tertulis untuk pemerintah kabupaten atau kota diminta melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Suharto Wardoyo membenarkan bahwa surat pemberitahuan didapat dari kemensos sejak seminggu lalu. Ia kemudian menggelar rapat untuk membahas kebijakan dari pemerintah tersebut.

“Kami menerima surat dari Dinsos Pemprov Jatim isinya menindaklanjuti surat dari kemensos,” kata Wardoyo saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Suharto mengungkapkan, sebagai tindak lanjut Dinsos membuat surat edaran yang merujuk pada kedua surat sebelumya. Instruksi itu disampaikan pada kecamatan serta kelurahan, yang mana dengan informasi tersebut mereka diminta untuk turun ke warga.

Di Surabaya sendiri, angka jumlah warga yang mengajukan santunan kematian Covid-19 mencapai 319 usul.

“Data itu kami himpun sejak tahun lalu, dan angkanya terus bertambah setiap waktu,” ujarnya.

Informasi ” Santunan Korban Meninggal Akibat Corona Dihapus, Warga Surabaya Minta Ada Solusi Lain
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/02/24/santunan-korban-meninggal-akibat-corona-dihapus-warga-surabaya-minta-ada-solusi-lain/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×