Survei mendorong Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur siap dampingi UMKM guna memperluas skala bisnis dan pasar dengan pemanfaatan teknologi.

Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN
Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN

Infosurabaya: Penempatan KKN Tematik MBKM yang telah ditetapkan pihak LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur, mendorong mahasiswa melakukan survei lapangan guna memahami kondisi lingkungan beserta karakteristik UMKM di Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal.

Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggap terhadap sejumlah UMKM di Surabaya. Kegiatan KKN ini berfokus pada Pengembangan Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif yang nantinya akan dimulai pada 21 Maret hingga 30 Juni 2022.

Implementasi KKN Tematik MBKM tahun 2022 dilandasi dengan munculnya berbagai fenomena baru yang di awali adanya pandemi COVID-19.

Dengan adanya KKN Tematik MBKM bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan menangani masalah sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi dan memberikan solusi untuk masalah yang ada di Kelurahan Benowo.

Pandemi yang masih berlangsung hingga sekarang mengakibatkan beberapa kendala yang dialami oleh beberapa UMKM. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ibu Endang selaku kasi kesra kelurahan Benowo, jumlah UMKM di Kelurahan Benowo yang masih aktif sebanyak 6 UMKM.

Hingga kini, beberapa UMKM mengalami penurunan omzet yang diakibatkan lesunya permintaan pesanan diberbagai sektor akibat pandemi.

Dari wawancara kelompok 39 terhadap beberapa UMKM terdapat berbagai masalah yang dihadapi pelaku usaha seperti permintaan pembelian yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan.

Hal tersebut dipengaruhi adanya sistem pemasaran dan penjualan yang kurang luas sehingga perlu adanya perluasan baik dari segi sosial media maupun penggunaan marketplace.

Selain itu, pengelolaan keuangan dalam kewirausahaan juga kurang tepat. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN Tematik MBKM kelompok 39 melakukan pendampingan mulai dari branding hingga manajemen financial.

Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN Jatim
Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN Bersama ibu2 posyandu

Survei Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN

Hasil survei menyatakan bahwa terdapat 4 UMKM yang memiliki potensi beserta kendala sehingga menjadi fokus pemberdayaan KKN Tematik MBKM sebagai berikut :

  1. Produk sikat alat kebersihan telah memiliki kemasan namun belom ada brand serta belom masuk e-commerce.Dalam hal ini penjualan hanya di agen sehingga perlu adanya pemanfaatan teknologi digital. “Sebenarnya saya juga ingin menggunakan shopee, tapi saya kurang paham menggunakan aplikasi nya. Saya bingung harus gimana”, ujar Ibu Sri Wahyuni selaku produsen sikat alat kebersihan.
  2. Produk nugget dan bumbu pecel sudah memiliki kemasan beserta logo namun belom mencantumkan nomor NIB (Nomor Induk Berusaha) pada kemasan.Selain itu produk ini juga belom terdaftar di e-commerce dan foto produk hanya dilakukan sebatas foto tanpa memperhatikan unsur estetika. “Saya biasa nya jual di grup wa, saya foto biasa”, ujar Ibu Suntiani.
  3. Produk brownies telah memiliki kemasan dan sudah diverifikasi halal namun belom ada logo dan belom terdaftar di e-commerce.Ibu Devi mengatakan “saya ini sebenarnya ingin mendaftar di online seperti Go-Jek, tapi saya tidak paham cara memakai nya. Saya biasanya kalau beli di Go-Jek minta tolong anak saya”.
  4. Opak jepit sudah ada kemasan namun tidak ada logo. Selain itu rasa kurang bervariasi hanya ada rasa original dan masih menggunakan alat tradisional sehingga kuantitas produksi tidak maksimal.“saya itu masih menggunakan alat biasa jadi kalau ada permintaan banyak itu tidak bisa”, ujar Ibu Halimah.

Nuria Puspita Anggrainy selaku ketua kelompok 39 menjelaskan “Kegiatan KKN selama lebih dari 3 bulan ini nantinya akan berfokus pada pemulihan penjualan para pelaku UMKM, dengan melakukan kegiatan workshop yang ada di balai kantor kelurahan, melakukan pendampingan branding, dan transfer ilmu tentang digitalisasi penjualan seperti pengenalan marketplace. Di saat kondisi seperti ini UMKM perlu beradaptasi dengan teknologi agar tetap bisa bertahan”, tuturnya.

“Selain itu kegiatan pendampingan dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada bagi kesejahteraan dan peningkatan perekonomian“, tambahnya. (Red)