Total Siswa MBR Capai Lebih Dari Delapan Ribu

  • Bagikan
Total Siswa MBR Capai Lebih Dari Delapan Ribu

Surabaya – Pandemi Covid-19 telah meluluh lantak-kan sektor ekonomi dan juga pendidikan. Hal ini terlihat dari data siswa yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Surabaya. Bulan lalu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya telah melakukan pendataan, mulai data pagu rombongan belajar hingga data siswa yang tidak mampu.

Dari yang terdata, tahun lalu totalnya mencapai 1.174 pelajar. Seluruhnya sudah mendapatkan penanganan lewat BOS dan bopda. Ditambah lagi, program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan. Namun, tahun ini total siswa yang masuk data MBR itu kian melonjak. Jumlahnya mencapai 8.309 pelajar. Tingginya data tersebut disebabkan dua faktor. Pertama pandemi menyebabkan warga yang semula memiliki penghasilan tetap seketika menganggur lantaran diberhentikan dari pekerjaan. Penyebab kedua, penerimaan peserta didik baru (PPDB) belum berjalan. Dengan begitu, pemkot belum mengetahui pelajar yang diterima di jalur prestasi, pindah tugas orang tua, afirmasi, serta zonasi.

“Penanganan siswa MBR terus berjalan. Kami dari pihak Pemkot Surabaya bertugas memastikan seluruh pelajar mendapatkan bantuan. ’Target kami, tidak ada siswa yang tak bisa bersekolah,’’ ungkap Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Eri mengungkapkan, tingginya jumlah pelajar yang masuk MBR itu tentu harus menjadi perhatian. Tidak seluruhnya bisa mendapatkan BOS dan bopd, dan salah satu jalan adalah menggelorakan CSR. Ia berharap pengusaha mengambil peran lewat program CSR. Dana dari perusahaan itu digunakan sebagai bantuan biaya pendidikan.

“Kalau secara teknis, pengusaha menyalurkan dana tersebut. Kemudian, dana itu langsung diberikan ke sekolah. Pengusaha menjadi orang tua asuh bagi siswa yang tidak mampu,’’ ujarnya.

Pemkot telah menghitung kebutuhan biaya pendidikan. Untuk satu siswa, dalam tiga tahun dibutuhkan dana yang tidak besar. Totalnya Rp 4,5 juta. Diperkirakan, pengusaha mampu mencukupi besaran itu. Eri juga menuturkan, pengusaha tidak sebatas menjadi orang tua asuh. Pihaknya meminta dispendik memberikan laporan berkala. Isinya, prestasi anak asuh. Hasil evaluasi itu diserahkan kepada pengusaha.

’’Kami akan kenalkan siswa kepada orang tua asuh. Tujuannya, bantuan tepat sasaran,’’ kata Eri.

Sementara itu, Kepala Dispendik Supomo mengatakan, setelah pertemuan itu, pihaknya bakal melakukan tindak lanjut, yakni merancang nota kesepakatan. Kebijakan CSR nanti tertuang dalam memorandum of understanding (MoU). Dispendik juga merancang sebuah aplikasi. Fungsinya, memberikan informasi terkait capaian prestasi siswa MBR itu.

’’Pengusaha yang jadi orang tua asuh mendapatkan laporan prestasi anak yang dibantu,’’ pungkas Supomo.

Informasi ” Total Siswa MBR Capai Lebih Dari Delapan Ribu
Telah Tayang di : https://infosurabaya.id/2021/04/16/total-siswa-mbr-capai-lebih-dari-delapan-ribu/

Cari Berita Terkait Total Siswa MBR Capai Lebih Dari Delapan Ribu
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×