Tradisi Makan Mi di Sejumlah Negara

  • Bagikan
Tradisi Makan Mi di Sejumlah Negara

Mi sebagai makanan yang diyakini muncul dan berkembang luas dari China ke berbagai negara di dunia menjadi bagian dari tradisi masing-masing masyarakat.

Berikut ini sejumlah tradisi unik makan mi di sejumlah negara dikutip dari berbagai sumber oleh suarasurabaya.net.

China

Di daerah China Utara, mi biasa menjadi sajian utama di malam tahun baru Imlek sebagai bentuk harapan umur panjang bagi seluruh anggota keluarga.

Pada masa Dinasti Han, mi rebus selalu hadir sebagai menu utama dalam pelbagai upacara di Istana. Salah satunya saat menjelang musim panas atau furi.

Bahkan, di masa itu, saking populernya mi kuah di kalangan istana, sampai-sampai ada pejabat khusus untuk pembuatan mi yang disebut Tangguan.

Seiring perkembangan zaman, di masa Dinasti Song, mi kuah mulai menjadi makanan rakyat. Muncul banyak kedai dan rumah makan dengan menu utama mi.

Jepang

Ragam mi di Jepang seperti Ramen, Udon dan sebagainya juga digemari oleh masyarakat setempat. Bahkan, ada tradisi yang menyertainya.

Konon, orang Jepang saat memakan mi harus bersuara. Berbunyi “slurp” yang menandakan bahwa seseorang menikmati makanan yang ada di hadapannya.

Di restoran dengan menu utama mi misalnya, seorang koki yang mendapati seseorang makan dengan tenang tanpa bersuara, bisa jadi akan tersinggung.

Tradisi serupa, bersuara saat memakan mi, juga ditemukan di sejumlah negara lainnya. Salah satunya di Korea Selatan.

Tidak hanya itu, ada satu tradisi unik makan mi di Jepang. Namanya nagashi-somen atau mi yang mengalir.

Makanan yang menjadi tradisi musim panas di Jepang ini mengharuskan seseorang memakan mi putih tipis dengan sumpit seketika setelah meluncur di atas bambu.

Korea Selatan

Sama halnya di Jepang, makan mi di Korea Selatan hampir-hampir mengharuskan seseorang untuk bersuara. Itu menandakan orang itu menghargai makanannya.

Makan mi tanpa berbunyi di Korea Selatan bisa dianggap bahwa orang tersebut tidak suka dengan makanan itu atau menganggapnya tidak enak.

Sama seperti di China atau di Jepang, Korea Selatan juga memiliki beragam jenis mi berdasarkan olahan dan bahannya. Salah satunya Jajangmyeon.

Kuliner yang diadaptasi dari China, yang mengutamakan saus kacang hitam (Jajang)-nya itu dianggap sebagai salah satu makanan sarat emosi.

Konon, Jajangmyeon ini jadi makanan yang identik dengan kesedihan. Biasa disantap oleh mereka yang jomblo, tidak punya pasangan, atau tinggal sendirian.

Italia

Pasta adalah hidangan mi yang khas Italia. Makanan ini punya sejarah panjang, sempat menjadi makanan bangsawan sampai akhirnya jadi makanan rakyat jelata.

Secara umum, tidak seperti di Indonesia, Pasta di Italia disajikan terpisah dengan hidangan lainnya dan tidak dianggap sebagai lauk pauk.

Berkaitan cara makan, sudah menjadi semacam pantangan bagi orang-orang Italia mematahkan pasta kering (mentah) sebelum dimasak.

Pantangan itu berkaitan dengan etika atau cara memakan pasta yang ideal bagi orang Italia, yakni menusukkan garpu dan memutarnya di antara pasta sebelum memasukkannya ke dalam mulut.

Kalau sebelum dimasak pasta kering dipatahkan lebih dulu, cara makan dengan memutarkan garpu di antara pasta menjadi sangat sulit untuk dilakukan.

Tidak hanya itu, dari sisi cara memasak, orang Italia punya prinsip “al dente”. Yakni memasak sampai matang tapi tetap lembut digigit tapi tidak terlalu lembek.(den)

Berita Terbaru Terkait “Tradisi Makan Mi di Sejumlah Negara” Sudah Tayang Sebelumnya di Suara Surabaya Repost By © infosurabaya 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×