Close
Swipe Up to Read Content

Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Surabaya, Beberapa Ruas Ini akan Dialihkan

👆🏽PROMO KLAIM GRATIS👆🏽
Sekitar 6.000 massa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jatim akan menggelar aksi unjuk rasa, untuk mendesak pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Aksi tersebut akan dimulai dari Bundaran Waru Sidoarjo sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, rencananya massa akan bergerak menuju ke Gedung Negara Grahadi, Kantor DPRD Jatim, dan Kantor Gubernur Jatim.

👆🏽PROMO KLAIM GRATIS👆🏽
👆🏽PROMO KLAIM GRATIS👆🏽

AKP Tirto Kanit Dikyasa Lantas Polrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personil untuk pengamanan arus lalu lintas. Mulai dari pengamanan di titik kumpul hingga ruas jalan yang nantinya akan dilalui ribuan massa.

“Massa yang dari luar kota misalnya Pasuruan dan Mojokerto, itu mengarah ke Bundaran Waru lalu masuk ke tengah kota (Surabaya, red). Kalau yang dari Surabaya, titik kumpulnya di Rungkut Industri dan Margomulyo,” kata Tirto kepada Radio Suara Surabaya.

Tirto mengatakan, banyaknya massa itu tentunya akan menganggu beberapa ruas jalan dan kemungkinan terjadi kepadatan. Pihaknya pun juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas, terutama di lokasi sasaran utama unjuk rasa.

“Misal kalau di Grahadi, dari Hotel Sahid itu akan kita kurangi, terus yang dari Tunjungan juga akan kita kurangi. Supaya yang mengarah konsentrasi ke sasaran utama agak berkurang arusnya,” ungkapnya.

“Arah ke Grahadi dan DPRD Indrapura kondisional ya, kalau bisa dilewatkan ya dilewatkan, kalau gak bisa mau gak mau ya kita alihkan. Yang pasti sudah kita kurangi sebelum dilakukan penutupan,” tambahnya.

Rencananya, kata dia, massa yang datang dari luar kota akan menggunakan bus menuju lokasi unjuk rasa. Jalur frontage Ahmad Yani nantinya akan digunakan untuk massa bergerak ke Grahadi dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur utama atau protokol.

👆🏽PROMO KLAIM GRATIS👆🏽
👆🏽PROMO KLAIM GRATIS👆🏽

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.