Untuk Ringankan Beban Pelaku UKM, Ipemi PW Jatim Berharap Pemerintah Pangkas Biaya-Biaya Ini

  • Bagikan
Untuk Ringankan Beban Pelaku UKM, Ipemi PW Jatim Berharap Pemerintah Pangkas Biaya-Biaya Ini
Untuk Ringankan Beban Pelaku UKM, Ipemi PW Jatim Berharap Pemerintah Pangkas Biaya-Biaya Ini
Pengurus Ipemi PW Jawa Timur usai pelaksanaan Muswil yang digelar di Hotel Neo+ Waru Sidoarjo, Sabtu (27/11/2021).

iniSURABAYA.com | SIDOARJO – Dalam upaya menyokong keberadaan pelaku UKM –khususnya di Jawa Timur, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jatim akan mengajukan permohonan agar pemerintah memangkas biaya-biaya terkait kegiatan UKM.

“Musibah akibat Covid-19 ini benar-benar sangat terasa, terutama pada teman-teman UKM,” tegas Miming Merina SSos SH MM, Ketua Ipemi PW Jatim kepada iniSurabaya.com, Sabtu (27/11/2021).

Dalam kaitan itu, Miming saat ditemui usai pelaksanaan Muswil Ipemi Jatim yang digelar di Hotel Neo+ Waru, Sidoarjo mengatakan, dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk meringankan beban pelaku UKM.

“Kami ingin pemerintah menambah modal usaha. Selain itu, juga memangkas biaya-biaya ijin, seperti induk berusaha, PIRT, BPOM, dan sertifikasi halal,” tandasnya.

Menurut Miming, banyak pelaku UKM tidak mampu mendapatkan legalitas dalam menjalankan usahanya karena terbentur biaya. “Karena itu, harapan kami pemerintah bisa menggratiskan (biaya-biaya tersebut) demi mendukung legalitas usaha pelaku UKM,” tuturnya.

Miming yang kembali terpilih memimpin Ipemi PW Jatim untuk periode kedua menyatakan bahwa pihaknya tetap fokus pada upaya pemberdayaan perempuan kreatif.

“Tujuannya tentu agar anggota bisa menjual produk karya mereka sehingga menghasilkan profit untuk menambah pendapatan, minimal bagi dirinya sendiri, dan juga penghasilan keluarga,” papar Miming.

Untuk Ringankan Beban Pelaku UKM, Ipemi PW Jatim Berharap Pemerintah Pangkas Biaya-Biaya Ini
Miming Merina SSos SH MM, Ketua Ipemi PW Jatim

Langkah nyata yang dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut, kata Miming, adalah mempertemukan anggota dari berbagai kota sehingga bisa saling menopang kegiatan usaha masing-masing.

“Langkah realnya adalah B to B. Teman yang punya produk di Mojokerto misalnya, ketemu dengan yang di Lamongan. Mereka bisa saling sinergi berbagi untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing kabupaten/kota, sehingga nilai profit akan dihasilkan,” urainya.

Untuk menjadi anggota, ditekankan Miming, tidak harus memiliki usaha. “Manfaat menjadi anggota Ipemi itu banyak. Salah satunya, bagi mereka yang belum pernah berbisnis atau belum punya ide bisnis akan didampingi dan dilatih sehingga punya produk,” cetusnya.

Tidak hanya itu. Anggota juga akan didorong untuk mempunyai legalitas sehingga bisa ekspor produk yang mereka miliki. “Yang pasti harus muslimah dan aktif dalam kegiatan, sehingga bisa belajar dari nol jadi perempuan yang memiliki kualitas dan kapasitas yang dapat membuat bangga akan dirinya,” kata Miming.

Tentang sebaran kepengurusan Ipemi di wilayah Jatim, Miming mengaku belum menjangkau di 38 kabupaten/kota. “Tantangan saya di periode ke dua ini adalah Ipemi bisa berkibar di seluruh kota/kabupaten di Jatim. Saat ini baru separonya,” ungkap Miming. ap

Informasi ” Untuk Ringankan Beban Pelaku UKM, Ipemi PW Jatim Berharap Pemerintah Pangkas Biaya-Biaya Ini
Telah Tayang di : https://inisurabaya.com/2021/11/untuk-ringankan-beban-pelaku-ukm-ipemi-pw-jatim-berharap-pemerintah-pangkas-biaya-biaya-ini/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berita Surabaya

Install
×